Menu

Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya

  Dibaca : 211 kali
Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya
Kisah hidup William menjadi menarik bukan karena menyuguhkan sekuel-sekuel cerita nan heroik para pelakunya, melainkan justru sentuhan-sentuhan nilai kemanusiaan yang menggugah. [foto: AnsorNews.com]

[dropcap]S[/dropcap]ebagai legenda pebisnis Indonesia, sosok William Soeryadjaya sudah diulas di mana-mana. Di era internet ini, melalui mesin pencari Google, Anda tinggal mengklik kata “William Soeryadjaya”, dijamin langsung tersaji ratusan entry tentang perjalanan hidup lelaki kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922 yang dijuluki Bapak Otomotif Indonesia ini.

Sebagian tulisan tersebut, tentu saja, mengungkap tentang karya besarnya membangun kelompok usaha yang kini menjadi salah satu aset nasional.

Buku ini berusaha memotret secara utuh kehidupan seorang William Soeryadjaya dalam menjalankan berbagai peran hidup tersebut. Terutama, mengungkap pandangan dan pemahamannya terhadap Tuhan, kehidupan, kematian, uang dan bisnis, kejayaan, kegagalan, persahabatan dan makna keluarga.

Dan, bagaimana pandangan serta pemahaman tersebut mempengaruhi sekaligus membentuk karakter, sifat, sikap dan perilakunya, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bisnis, maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Di tengah kiprah William dan Astra yang mengagumkan, masyarakat terhenyak ketika pada Februari 1993, demi menjaga nama baik dan kehormatan keluarga, William akhirnya rela melepaskan kepemilikannya di Grup Astra. Ini adalah episode paling dramatis dalam seluruh perjalanan hidupnya.

Kisah hidup William menjadi menarik bukan karena menyuguhkan sekuel-sekuel cerita nan heroik para pelakunya, melainkan justru sentuhan-sentuhan nilai kemanusiaan yang menggugah.

Dan, semangat William tak pernah benar-benar redup setelah dia tak lagi memiliki Astra. Dari Jl. Teluk Betung No. 38, Jakarta, dia terus menyalakan spirit entrepreneurship-nya, menciptakan lapangan pekerjaan buat sebanyak mungkin orang Indonesia. Memang bangunan bisnisnya tak lagi sebesar Astra International yang dirintisnya pada 1957. Tetapi, semangatnya untuk menjadi berkat bagi sebanyak mungkin manusia tak pernah padam.

Buku ini penting dibaca bagi kalangan profesional bisnis, khususnya entrepreneur muda dalam pengaplikasian sebuah etika bisnis. Dimana ada ajaran “seharusnya” berbisnis secara profesional serta meletakkan etika bisnis sebagai pondasi dasar dari segala-galanya dalam bisnis itu sendiri. [Nendra Nugraha]

Judul Buku

Man of Honor; Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya

Penulis

Teguh Sri Pambudi dan Harmanto Edy Djatmiko

Penerbit

PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan

2012

Tebal

xviii + 689

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional