Menu

Khaul ke-5 Gus Dur, Ansor Kota Mataram Gelar Halaqoh Sungai

  Dibaca : 163 kali
Khaul ke-5 Gus Dur, Ansor Kota Mataram Gelar Halaqoh Sungai
Sampah sungai menjadi masalah yang tak kunjung mendapat solusi di Kota Mataram. [foto istimewa]

AnsorNews.com, KOTA MATARAM – Menyambut Tahun 2015 dan memperingati Haul ke-5 KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) Presiden ke-4 Republik Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor menggelar Halaqoh Sungai (31/12/2014). Hadir sebagai pembicara dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Dinas Kebersihan dan WWF Indonesia.

Ketua GP. Ansor Kota Mataram Hasan Basri mengungkapkan banyak hal terkait permasalahan sungai dan pengolahan sampah yang ada di Kota Mataram. Dikatakan bahwa banyak program yang kemudian sudah di keluarkan oleh masing-masing dinas terkait sungai tetapi hanya mentah dilapangan akibat kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

Selain menyinggung tentang sungai, Ketua GP Ansor Kota Mataram ini mengharapkan dinas terkait menerima pemuda Ansor sebagai mitra kerja dalam menyelesaikan masalah ini. “Menyelesaikan masalah sungai maupun sampah tentunya harus menggandeng semua pihak terkait, dalam sosialisasi, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, Ansor Kota Mataram siap menjadi mitra,” ungkapnya.

Kemudian terkait dengan sungai yang ada di Kota Mataram, Dinas PU yang dalam hal ini di wakili oleh Ir. H. Taufikurrahman menegaskan dinasnya sudah bekerja optimal terkait dengan penanganan sungai yang ada di Kota Mataram. Dalam waktu yang diberikan moderator, Ir. Taufik mengatakan keseriusan pihak Kota dalam membenahi sungai yang ada di wilayahnya.

Diketahui bahwa sungai besar yang ada di Kota Mataram seperti sungai Midang, Sungai Jangkok, Sungai Ancar, Sungai Brenyok dan Sungai Anus sudah mulai dibenahi dengan perlahan-lahan karena masih begitu banyak kendala yang menghalangi. “Yang menjadi permasalahan PU hari ini adalah anggaran yang masih sangat minim, untuk menormalisasi tanah yang sudah di tempati warga dekat dengan bantaran sungai” tambah laki-laki lulusan tehnik UNHAS itu.

Selain dari pihak dinas terkait hadir pula politisi Golkar DPRD NTB Dapil Kota Mataram H. L. Darma Setiawan. Menurutnya, Kota Mataram mulai carut marut dalam penataan tata ruang kota.  Menurutnya, Kota Mataram ketika dipimpin Pak Mujitahid, penataan ruang kotanya sangat bagus termasuk dalam penempatan pasar yang berpusat di Cakranegara dan Ampenan.

Belum lagi berbicara terkait sampah dan sungai yang sudah sangat memprihatinkan. “Belum pernah ada pemetaan dari pihak terkait jadi hal ini wajar terjadi kemudian jika permasalahannya hari ini di anggaran maka kami akan perjuangkan di DPRD Provinsi” tegasnya.

Permasalahan sampah di Kota ini memang sudah sangat menjamur. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi sistem pengolahan sampah, salahsatunya adalah kepadatan penduduk akibat Urbanisasi belum lagi terkait kebiasaan masyarakat perkotaan yang tidak memiliki kesadaran terhadap bahaya sampah dan pencemaran sungai.

Pemerhati lingkungan WWF Indonesia M. Ridha Hakim merespon dengan menyampaikan gagasannya. Menurutnya, masalah sampah dan sungai di Kota Mataram ini tidak pernah diselesaikan secara spesifik. Pemerintah hari ini melalui Perda Kota Mataram No. 12 Tahun 2011 hanya berbicara secara umum dan tidak menjadi solusi konkrit dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di Kota Mataram.

“Sampah di Kota ini berbagi macam tipe, tentunya itu yang harus di petakan terlebih dahulu tidak kemudian di campur aduk menjadi satu,” katanya,

Semua dinas (narasumber) berharap Ansor Kota Mataram terlibat menyelesaikan persoalan sungai.

Peserta yang hadir 33 orang, dari yang terdiri dari pemuda Ansor dan beberapa banom (badan otonom) Nahdlatul Ulama seperti LPNU (Lembaga Perekonomian), LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia), LAKPESDAM (Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Sumber daya Manusia), dan beberapa mahasiswa dan pelajar  di Kota Mataram dan kabupaten lain se-pulau Lombok.

Seorang peserta dari Lakpesdam mengkritik kebijakan Pemerintah Kota Mataram yang hanya pada penanggulangan tetapi tidak menyelesaikan akar masalah. “Masalah ini timbul akibat tidak ada kesadaran dari masyarakat, pemerintah harus menyiapkan sanksi jika membuang sampah di sungai,” lulusan IAIN tersebut.

Harapan terakhir Ketua GP Ansor Kota Mataram adalah menyadarkan masyarakat tidak kemudian dengan memakai kebijakan-kebijakan semata, tetapi harus banyak imbauan  jika memungkinkan setiap khutbah Jum’at para tokoh agama harus menyelipkan tentang hal ini.

Menurutnya, kita tidak bisa saling menyalahkan tetapi harus saling melengkapi dalam menyelesaikan masalah ini sehingga tidak di kemudian di kemudian hari permasalahan ini menjadi lebih besar. Semoga..!! [Bahar Udin]

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional