Menu

Pimpin Ansor Kaltim, Inilah Beberapa Janji Fajri Alfaroby

  Dibaca : 169 kali
Pimpin Ansor Kaltim, Inilah Beberapa Janji Fajri Alfaroby
Fajri Alfaroby, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur. [foto: Antara]

AnsorNews.com, SAMARINDA– Muhammad Fajri Alfaroby terpilih secara aklamasi memimpin Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Timur pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kaltim, Sabtu (17/1/2015) malam di Hotel Mesra Samarinda.

Alfaroby terpilih melalui proses musyawarah mufakat oleh enam peserta pengurus cabang di enam kabupaten-kota yang memiliki hak suara resmi dalam pemilihan ketua Ansor periode 2016-2019 tersebut.

Pimpinan Pusat Koordinator Wilayah GP Ansor Kalimantan Rahmad Hidayat Pulungan, selaku pimpinan sidang menyebutkan, enam cabang yang mempunyai hak suara tersebut di antaranya GP Ansor Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, dan Bulungan.

“Sementara itu dua pengurus cabang yang menjadi anggota GP Ansor Kaltim, yakni Balikpapan dan Paser hanya sebagai peserta biasa saja,” kata Rahmat Hidayat.

Selain memilih ketua baru dalam konferwil tersebut juga sekaligus memilih Achmad Muadzib sebagai sekretaris dan empat anggota formatur untuk penyusunan struktur pengurus.

Proses penetapan ketua terpilih sempat diwarnai protes keras oleh peserta dari Kepengurusan GP Ansor Kukar yang mempertanyakan proses penetapan sekretaris pada Konferwil tersebut.

Sebelumnya ada empat kandidat calon yang lolos untuk proses pemilihan menjadi Ketua Umum GP Ansor Kaltim tersebut yakni Fajri Alfarobi, Samsudin, Saparun dan Sulaiman.

Setelah proses musyawarah mufakat akhirnya hanya satu kandidat yakni Fajri Alfaroby yang diusung secara aklamasi.

Ketua terpilih Fajri Alfaroby mengakui tugas dan tanggung jawabnya memimpin Ansor Kaltim sangat berat. Namun, dia optimistis dengan kebersamaan semua elemen yang menjadi sayap GP Ansor maka beban berat tersebut bisa dijalankan lebih ringan.

“Pastinya kami akan melanjutkan tugas sebelumnya, memperteguh sayap NU yang mandiri, pembenahan infrastruktur organisasi ke basis awal yakni mengembalikan ke pondok pesantren, masyarakat pinggiran kota, dan yang paling utama yakni kaderisasi sampai lapisan paling bawah,”jelas Roby. [Nendra Nugraha]

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional