Menu

Gus Dur dalam Penjara Islam

  Dibaca : 394 kali
Gus Dur dalam Penjara Islam
GusDur

Gus Dur meyimpulkan bahwa Islam yang dipikirkan dan dialaminya adalah Islam yang khas, yang diistilahkan sebagai “Islamku”. Tetapi Gus Dur menyatakan, “Islamku” atau “Islamnya Gus Dur” perlu dilihat sebagai rentetan pengalaman pribadi yang perlu diketahui oleh orang lain, tetapi tidak dapat dipaksakan kepada orang lain.

Sementara yang dimaksud dengan “Islam Anda”, lebih merupakan apresiasi dan refleksi Gus Dur terhadap tradisionalisme atau ritual keagamaan yang hidup dalam masyarakat. Dalam konteks ini, Gus Dur memberikan apresiasi terhadap kepercayaan dan tradisi keagamaan sebagai “kebenaran” yang dianut oleh komunitas masyarakat tertentu yang harus dihargai. Adapun perumusan tentang “Islam Kita” lebih merupakan derivasi dari keprihatinan seseorang terhadap masa depan Islam yang didasarkan pada kepentingan bersama kaum Muslimin. Visi tentang “Islam Kita” menyangkut konsep integratif yang mencakup “Islamku” dan “Islam Anda”, dan menyangkut nasib kaum Muslimin seluruhnya.

Tetapi persoalan mendasar dalam konteks “Islam Kita” itu terletak pada adanya kecenderungan sementara kelompok orang untuk memaksakan konsep “Islam Kita” menurut tafsiran mereka sendiri. Monopoli tafsir kebenaran Islam seperti ini, menurut Gus Dur bertentangan dengan semangat demokrasi.

Menurut Dr M. Syafi’i Anwar dalam kata pengantarnya, benang merah yang sangat penting dari pemikiran Gus Dur adalah penolakannya terhadap formalisasi, ideologisasi, dan syari’atisasi Islam. Sebaliknya, Gus Dur lebih memberikan apresiasi kepada kulturisasi (culturalization).

Judul Buku : Islamku, Islam Anda, Islam Kita, Agama Masyarakat Negara Demokrasi
Penulis : Abdurrahman Wahid
Penerbit : The Wahid Institute
Cetakan : I, Agustus 2006
Tebal : XXXVi +412

Buku ini terdiri dari 7 Bab:
Bab I : Islam dalam Diskursus Ideologi, Kultural dan Gerakan
Bab II : Islam, Negara dan Kepemimpinan Umat
Bab III : Islam, Keadilan dan Hak Asasi Manusia
Bab IV : Islam dan Ekonomi Kerakyatan
Bab V : Islam, Pendidikan dan Masalah Sosial Budaya
Bab VI : Islam tentang Kekerasan dan Terorisme
Bab VII : Islam, Perdamaian dan Masalah Internasional
Buku ini penting dibaca oleh siapapun yang tertarik dengan pemikiran Gus Dur, bahkan oleh siapapun. Selain karena buku ini masih cukup terkait dengan isu-isu kekinian, buku ini juga mengajak pembaca berpikir tentang sebuah konsep yang “sebaiknya”.

Presensi: Ade C. Setyawan

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional