Menu

HARLAH ke-81 GP ANSOR, Merekam Ini Suara dari Waykanan

  Dibaca : 224 kali
HARLAH ke-81 GP ANSOR, Merekam Ini Suara dari Waykanan
Harlah ke-81 Tahun Gerakan Pemuda Ansor. /gpansor

AnsorNews.com, WAYKANAN – Gerakan Pemuda Ansor pada mulanya bernama Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). Organisasi ini diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-9 di Banyuwangi, 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934.

Bertepatan dengan Harlah ke-81 tahun hari ini, PC GP Ansor Waykanan Provinsi Lampung mencoba merangkum pendapat dan saran mengenai organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dari sejumlah pihak.

“Sebagai salah satu ormas kepemudaan, semangat Ansor sangat faktual dan strategis. Kedepan mesti terus digelorakan semangat ini. Selain itu, Ansor jangan berhenti mengambil inisiatif, berkreasi dan terus bersinergi yang membawa maslahat. Jalinan silaturahmi dan konsolidasi dengan berbagai pihak perlu terus dilakukan dan dimantapkan. Semoga GP Ansor semakin jaya dan bermakna,” ujar Ketua Umum DPP Forum Guru Independen Indonesia (FGII) Gino Vanollie, di Blambangan Umpu, Jumat, (24/4/2015).

Ponita Dewi, Duta Genre Tingkat Nasional 2013, menilai GP Ansor mempunyai kiprah yang baik dengan mengadakan sejumlah kegiatan bagi pelajar dan masyarakat umum. “Di Waykanan Provinsi Lampung, GP Ansor seringkali menyelenggarakan lomba-lomba bagi pelajar SMA dan kegiatan bagi masyarakat. Ini adalah hal baik,” ujar Ponita lagi.

GP Ansor mempunyai harapan terhadap  Indonesia mendatang, yakni, sebuah negeri berisi masyarakat tangguh. Karena itu, sejumlah upaya mewujudkan hal tersebut akan senantiasa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan positif dan memiliki nilai edukasi.

Beberapa hal yang sudah dilakukan terkait program tersebut di Waykanan ialah Lomba menulis opini Menuju Masyarakat Melek Anggaran untuk SMA sederajat se-Lampung bekerja sama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung, 11 Januari 2014.

Lalu lomba menulis opini ‘Menuju Masyarakat Melek Anggaran’untuk mahasiswa se-Lampung bekerja sama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung 7 April 2014. Selanjutnya Lomba Puisi Humor bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Way Kanan 27 April 2014. Lantas Lomba Baca Puisi WS Rendra dan Wiji Thukul bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Waykanan 28 Agustus 2014.

GP Ansor Waykanan pada 13 November 2014 juga menggelar “Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” bekerjasama dengan De Most dan Himpaudi Kabupaten Way Kanan.

Bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, GP Ansor Waykanan menggelar Festival Maslahat (Migrasi Aman, Pentas Seni Pelajar dan Deklarasi Anti Human Trafficking)  7 Maret 2015, kegiatan dihadiri Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.

Lantas pada akhir Maret 2015, GP Ansor Waykanan mengumumkan pemenang lomba baca puisi online #AnsorProMigrasiAman yang dimenangkan pelajar dari beberapa kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Rembang dan Tangerang.

Ajengan Teater Jabal Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung WD Fathurrochman Syam menilai, GP Ansor Waykanan betul-betul telah menjelma menjadi “civil society” dalam mengatasi problem juga diharapkan menjadi penyeimbang atau social balance.

“GP Ansor Waykanan sudah mampu memberdayakan ekonomi kreatif seperti penjualan madu, kegiatan-kegiatanya pun tak pernah sepi, angkat topi untuk kreativitas dan kerjakerasnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala MTs Nurul Falah, YPI PP Nurul Falah Gunung Tiga, Tanggamus itu pula.

Terkait Harlah GP Ansor ke 81, warga Kampung Tiuh Balak, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan Risep Fantri Roza juga memberikan masukan, menurutnya, hidup mati organisasi bukan hanya tergantung pada nama besarnya saja. “Tetapi juga pada program dan kegiatannya juga dan apakah bermanfaat dan  menyentuh langsung ke masyarakat atau tidak,” kata Risep.

Terpisah, Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung Juniardi mengingatkan, Pemuda Ansor adalah organisasi kader dan badan otonom tertua di tubuh NU. Idealnya Gerakan Pemuda Ansor adalah bagian dari estafet kepemimpinan di NU.

“Ansor harus mampu menjadi penolong bagi diri sendiri, NU, umat, bangsa dan negara. Begitu juga dengan PC GP Ansor Waykanan, kesadaran dan keinginan untuk membangun manajemen organisasi dan kaderisasi yang sustainable (berkelanjutan) menjadi prioritas utama dalam mengembangkan GP Ansor dan itu harus terus dilakukan, semangat teruslah berbuat untuk umat. Selain itu, GP Ansor harus melek teknologi dan era globalisasi,” ujar Juniardi yang juga Ketua Forum Komisi Informasi Se-Indonesia (ForKIP) itu pula. []

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional