Menu

Katanya Lembaga Alternatif, Bank Syariah Masih Dihinggapi Masalah Serius

  Dibaca : 147 kali
Katanya Lembaga Alternatif, Bank Syariah Masih Dihinggapi Masalah Serius

DSC_0002

AnsorNews.com, JAKARTA – Pebankan Syariah dinilai bisa menjadi alternatif lembaga keuangan yang menyeimbangkan dunia materil dan spiritual. Namun, perbankan syariah saat ini dihinggapi masalah serius yakni tidak efektifnya penerapan sistem syariah.

“Pebankan syariah merupakan lembaga keuangan alternatif yang mampu menyeimbangkan dunia materiil dan spiritual,” ujar Irawan Setia Budi, Complaint Departement BRISyariah, dalam  Seminar Perbankan Syariah bertema Kontradiksi Fatwa Dengan Implementasi Perbankan Syariah di Jakarta, Kamis (05/11/2015).

Perbankan syariah memberikan alternatif baru dalam perekonomian masyarakat baik di sektor makro maupun mikro, perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil yang memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan perbankan.

Perkembangan keuangan syariah di Indonesia secara formal dimulai sejak awal 1990. Munculnya pandangan mengenai hukum bunga yang dikemukakan oleh para ulama dan sarjana Islam, menjadi latar belakang bertumbuhnya lembaga keuangan syariah di Indonesia.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi pengembangan ekonomi syariah. Irawan mengingatkan lembaga keuangan syariah harus mendukung dalam pembangunan sektoril.

Namun, menurut pengamat ekonomi Abdullah Ubaid, perbankan syariah di Indonesia masih dihinggapi masalah yang sangat serius, yakni tidak optimalnya penerapan sistem syariah secara efektif.  Masalah ini berdampak pada rusaknya citra lembaga keuangan syariah.

Selain itu, lanjutnya, sumber daya manusia perbankan syariah juga perlu menjadi perhatian, untuk mengoptimalkan sistem lembaga keuangan yang berprinsip syariah secara sehat.

Seminar Perbankan Syariah bertema Kontradiksi Fatwa Dengan Implementasi Perbankan Syariah di gedung PP GP Ansor tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Komisariat STAINU Jakarta, bekerja sama dengan BRI Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Arminereka Perdana.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bahan edukasi untuk para mahasiswa jurusan perbankan syariah, khususnya mahasiswa,” ujar Khairunnisa, Sekertaris Prodi Perbankan Syariah STAINU Jakarta, dalam sambutanya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Persatuan Guru-guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Haris Laksono, Ketua Puka I Prodi PAI STAINU Jakarta Ahmad Nurul Huda, dan seratusan mahasiswa dari kampus-kampus di DKI Jakarta.  (M. Agus Jamaluddin)

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional