Menu

Indonesia Memanggil: 450 WNI Overstayers Dipulangkan dari Arab Saudi

  Dibaca : 136 kali
Indonesia Memanggil: 450 WNI Overstayers Dipulangkan dari Arab Saudi

AnsorNews.com, JAKARTA – Pemerintah kembali memulangkan warga negara overstayers (WNIO) dan tenaga kerja Indonesia undocumented (TKIU) dari Arab Saudi. Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (11/11/2015), disampaikan pada hari ini sebanyak 450 WNIO / TKIU tiba di Bandara Soekarno Hatta dari Jeddah, Arab Saudi.

Pemulangan tersebut dibagi dalam dua kelompok terbang, yaitu 320 orang menggunakan satu pesawat khusus Air Asia Extra 12.00 WIB, dan sebanyak 130 orang menggunakan penerbangan Emirates 15.40 WIB.

“Pemulangan tersebut merupakan bagian dari Program Pemulangan WNIO/TKIU 2015 yang telah dicanangkan oleh Presiden RI pada 17 Desember 2014 dan dipercepat pelaksanaannya sejak awal September 2015,” tulis Kemlu.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, 450 orang WNIO/TKIU tersebut disambut oleh para pejabat dari kementerian dan lembaga terkait. Mereka sempat diberikan pengarahan agar tidak mengulangi pelanggaran keimigrasian dilakukan.

Selanjutkan dilakukan serah terima dari Kementerian Luar Negeri RI ke BNP2TKI untuk dilakukan pendataan dan fasilitas pemulangan hingga ke daerah asal. Mereka juga akan diikutsertakan dalam program pemberdayaan berupa pelatihan kewirausahaan yang digelar BNP2TKI.

Selama periode Januari s/d 28 Oktober 2015, Kementerian Luar Negeri RI telah memulangkan sebanyak 87.785 orang WNIO/TKIU dari 26 negara. “Angka itu melampaui target pemulangan tahun 2015 yang ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI sebanyak 50.000 orang,” tambah Kemlu.

Dikawal Sampai Rumah

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan siap mengawal pemulangan 450  WNI Overstayers (WNIO) dan TKI Bermasalah (TKI-B) yang dipulangkan melalui KJRI Jeddah dan tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Upaya pengawalah itu sekaligus menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai pemulangan secara bertahap seluruh WNI Overstayers dan TKI undocumented di luar negeri yang diperkirakan berjumlah 1,8 juta orang dan dimandatkan pada Kemlu.

“Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, 450 WNI-O dan TKI-B diserahterimakan dari Kementerian Luar Negeri RI kepada BNP2TKI untuk dilakukan pendataan dan diberikan fasilitas pemulangan gratis hingga ke daerah asalnya,” kata Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yoeliani Poeloengan, di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/11/2015).

Selain Lisna, pejabat dari BNP2TKI yang ikut hadir antara lain Direktur Pemberdayaan, Arini Rahyuwati dari BNP2TKI, Deputi Bidang Koordinator Perlindungan Perempuan dan Anak, Sujadmiko, dan Asdep Pemberdayaan Perempuan.

Hadir juga dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan Plt. Dir. PWNI BHI Kemlu, Lalu Muh. Iqbal, serta Gatot Abdullah Mansyur, Ketua Panitia Percepatan Pemulangan WNIO, Kemlu.

Menindaklajuti Program Pemulangan WNIO dan TKIB, BNP2TKI sepanjang 2015 telah menyelenggarakan program pemberdayaan terintegrasi bagi TKI Purna, TKI-B dan WNI-O.

Lisna mengungkapkan pemulangan ini adalah realisasi program Indonesia Memanggil. WNI-O dan TKI-B yang telah dipulangkan selama periode Januari – 28 Oktober 2015 berjumlah 87.785 orang dari target keseluruhan 1,8 juta berdasarkan data dari perwakilan di 26 negara.

Lisna mengatakan bahwa TKI yang saat ini dipulangkan agar jangan mengulangi lagi kesalahannya, karena banyak diantara mereka yang pergi bekerja ke luar negeri hanya menggunakan visa umroh.

“Jadikan hal ini sebagai pengalaman dan sampaikan kepada seluruh tetangga di desa agar jangan melakukan hal yang sama seperti ini” ujar Lisna.

Lisna menambahkan bahwa setibanya di Bandara Soekarno Hatta, mereka akan dikawal dan dibiayai sampai mereka tiba di rumah masing masing, dengan anggaran dari instansi yang dikepalai Nusron Wahid dan bagi yang sakit akan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati.

WNI-O dan TKIB yang tiba menggunakan pesawat Air Asia berjumlah 298 orang dengan rincian, dewasa sebanyak 230 orang, anak-anak 46 orang,  Balita 22 orang.

Adapun dari rincian berdasarkan daerah asal sebagai berikut:

  1. Ambon 2 orang
  2. Banten 11 orang
  3. DKI Jakarta 1 orang
  4. Jabar  64 orang
  5. Jateng 14 orang
  6. Jatim 156 orang
  7. Kalbar 5 orang
  8. Kalsel 4 orang
  9. Lampung 7 orang
  10. NTB 29 orang
  11. Sulbar 1 orang
  12. Sulsel 1 orang
  13. Sulteng 1 orang
  14. Belum diketahui asal daerah 2 orang.
Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional