Menu

Jangan Salah Persepsi Soal Gaji TKI Melalui Perbankan

  Dibaca : 119 kali
Jangan Salah Persepsi Soal Gaji TKI Melalui Perbankan

AnsorNews.com, JAKARTA – Mengenai gaji TKI yang harus dikirim melalui mekanisme Perbankan, maka sebaiknya TKI jangan salah persepsi. TKI akan secara otomatis berurusan dengan perbankan jika dia telah memanfaatkan fasilitas KUR yang disediakan oleh Pemerintah.

Pemerintah melalui BNP2TKI, Bank Indonesia (BI), Kemnaker, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meneken Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Transaksi Keuangan Non Tunai bagi TKI pada 2015.

Pemerintah dalam melayani TKI, menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi TKI yang akan berangkat bekerja ke luar negeri. “KUR ini adalah program murah, transparan dan disubsidi oleh pemerintah dan ini merupakan pilihan bagi TKI yang ingin memanfaatkan dipersilakan” ujar Deputi Penempatan, Agusdin Subiantoro.

Bagi TKI yang memanfaatkan fasilitas KUR maka perlu membuka rekening di Indonesia dan rekening bank di negara penempatan dimana dia bekerja.

Melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penetapan Perlindungan TKI di Luar Negeri, khususnya tentang wajib kirim gaji ke bank di Indonesia. Sejauh ini baru Bank BRI, Bank Sinar Mas, Bank Mandiri dan BII-Maybank yang dilibatkan dalam program literasi keuangan karena keempat bank memiliki cabang di kantong-kantong TKI di dalam dan luar negeri.

Menanggapi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bergabung dalam Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong yang menolak kebijakan pemerintah mewajibkan gaji TKIdikirim ke rekening bank di Indonesia,karena TKI juga memerlukan biaya di negara tempat bekerja dibantah oleh TKI pula.

Aqilla Azahra Harry Fani (25) TKI asal Purwokerta yang bekerja di sektor perindustrian di perusahaan Bin Laden Group Saudi mengatakan bahwa penggajian melalui perbankan amat memudahkan dirinya, melalui bank NCB di Jeddah dirinya menerima gaji secara rutin bulanan.

Dengan berbekal kartu ATM dari bank NCB dia mengatakan bahwa dirinya dapat mengambil uang dimanapun dan kapanpun. “Teman-teman saya dari Indonesia pun yang jumlahnya 20 orang menerima gaji melalui mekanisme perbankan dan tidak ada masalah, Alhamdulillah lancar dan malah lebih aman dalam hal penyimpanan” ujar Harry.

Melalui program tersebut, Kasubdit Pembekalan Akhir Pemberangkatan dan Fasilitasi Pembiayaan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Revina Purnama memastikan, pemberlakuan pembayaran non tunai bagi calon TKI/TKI dan keluarganya adalah untuk memudahkan dan meningkatkan keamanan.

“Jangan khawatir akan menemui kesulitan karena ada mekanisme yang memastikan TKI dapat mengambil uang gajinya. Setiap TKI di luar negeri kapanpun bisa mengambil uang melalui rekening bank yang dimiliknya,” kata Revina, Senin (16/11/2015).

Hal itu dikatakan Revina menanggapi banyaknya pertanyaan seputar sistem penggajian TKI melalui Sistem Transaksi Non Tunai (Cashless Transactions). Revina mengungkapkan, BNP2TKI telah meminta kepada PPTKIS mendorong dan meyakinkan majikan/agen agar menerapkan sistem transaksi non tunai ketika membayar gaji TKI.”Sebelum berangkat semua calon TKI diwajibkan membuka rekening di dalam negeri agar nanti bisa mengirim gajinya melalui jasa perbankan.”

“Upaya memigrasikan gaji dari bentuk tunai ke non tunai ini dapat mengurangi terjadinya shadow economy serta peningkatan governance dalam proses penempatan dan perlindungan TKI melalui pencatatan transaksi pembayaran secara transparan”.

Setelah pembayaran gaji secara non tunai ini diterapkan, diharapkan tercipta keamanan, efisiensi, dan transparansi dalam seluruh proses transaksi yang melibatkan TKI.

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional