Menu

Halal, Kewirausahaan Sosial Pemuda NU Way Kanan

  Dibaca : 134 kali
Halal, Kewirausahaan Sosial Pemuda NU Way Kanan

AnsorNews.com, WAYKANAN – Langkah PC GP Ansor Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mendorong kemandirian kader keterampilan bekam mendapat sambutan apik dari Klinik Bulan Medical Center.

Bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 tahun sejak didirikan 31 Januari 1926, kedua institusi tersebut menandatangani Nota Kesepahaman Kewirausahaan Sosial “Halal” atau Hijamah (Bekam) Sambil Beramal.

Direktur Klinik BMC dr Yusuf J Mustofa di Kampung Serupa Indah, Kecamatan Pakuan Ratu, Minggu (31/1) menyatakan, “Halal” merupakan program kewirausaahan sosial Gerakan Pemuda Ansor yang bagus. Karena itu pihaknya memfasilitasi, mendukung dan menaungi penuh dibukanya praktik bekam oleh GP Ansor.

“Pertama kali dalam sejarah, saya sebagai dokter kemarin malam (Sabtu, 30/1) mencoba bekam, tidak tanggung-tanggung, langsung lima belas titik, hasilnya badan terasa enteng dan segar setelah seharian beraktivitas dan yang terpenting juga sudah mengikuti sunah rasul dalam hal pengobatan,” ujar dr Yusuf.

Secara teori medis, kata dr Yusuf menambahkan, bekam merupakan rangsangan sistem peredaran darah dan saraf yang mirip dengan akupuntur dan sejenisnya yang bersifat positif bagi tubuh. “Ini karena efek bekam bisa merangsang peredaran darah menjadi baik,” ujar dr Yusuf menegaskan.

Memperingati Harlah NU, PC GP Ansor Way Kanan dan PAC GP Ansor Pakuan Ratu menggelar bekam gratis bagi 90 orang. Sebagaimana pernyataan puluhan warga yang  mengikuti bakti sosial pengobatan bekam, anggota Polsek Pakuan Ratu Bripka Agus P dan Bripka Anton yang baru pertama kali mencoba pengobatan sesuai sunah Nabi Muhammad SAW itu mengaku badan menjadi enteng setelah dibekam.

“Rasanya rileks, pinggang yang tadinya sakit jadi enteng, lalu mata saya yang agak bermasalah karena sering bekerja menggunakan komputer setelah dibekam pandangannya terasa lebih terang,” kata Bripka Agus didampingi Bripka Anton.

Kewirausahaan sosial biasa disebut sebagai kewirausahaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat bukan sekadar memaksimalkan keuntungan pribadi karena hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat. Kewirausahaan sosial biasa juga disebut “pengembangan masyarakat” atau “organisasi bertujuan sosial”.

“Kader Ansor harus mandiri, terampil, pintar mencari peluang dan uang dengan cara tidak bertentangan dengan agama tapi harus pula sering beramal. Hijamah sambil beramal atau ‘halal’ adalah ajakan bagi kader muda NU di Way Kanan untuk berani berkarya, berani peduli, berani beramal dan berani mengajak orang beramal,” kata Founder “Halal” yang juga Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Melalui “Halal”, imbuh aktivis Gusdurian itu, yang dibekam dan membekam sama-sama beramal karena 25 persen dari jasa bekam akan digunakan untuk kepentingan sosial dan pendidikan, misalnya bantuan kemandirian anak yatim atau menambah jumlah kitab suci Al Quran di musala dan masjid.

Kewirausahaan sosial ‘Halal’ hari ini resmi diluncurkan dan siap melayani masyarakat Pakuan Ratu ingin bekam, per enam titik Rp25 ribu. Pelayanan bekam di Klinik BMC buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Adapun khusus untuk Jumat, pelayanan dimulai pukul 13.00 hingga 16.30 WIB.

“Secara bertahap, ‘Halal’ akan digerakan ke PAC Ansor lainnya di Way Kanan,” pungkas alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) Yayasan Satunama Yogyakarta itu. ()

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional