Menu

Landmark Group Butuh 5.000 Tenaga Kerja Indonesia

  Dibaca : 177 kali
Landmark Group Butuh 5.000 Tenaga Kerja Indonesia

AnsorNews.com, JAKARTA – Landmark Group membuka peluang kerja bagi 5.000 warga negara Indonesia, sementara itu BNP2TKI akan memfasilitasi proses penempatan bagi mereka yang berminat.

Landmark Group merupakan perusahaan yang memiliki ribuan toko eceran di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait dan Dubai. Syaratnya, pelamar harus mampu bicara dalam bahasa Inggris dan memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi.

Anjani Amitya Kirana, tenaga profesional Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), mengatakan permintaan tenaga kerja dalam jumlah yang besar ini agak unik, mengingat Timur Tengah sedang dilanda ketidakstabilan politik dan keamanan, serta di tengah kelesuan bisnis minyak bumi dan gas.

“Rupanya pertambahan permintaan tenaga kerja di sektor ritel ini sejalan dengan berkembangnya sektor pariwisata dan business hub di sana,” kata Anjani, Senin (14/3/2016).

Landmark Group memerlukan 5.000 salesman dan store-helper laki-laki  dari Indonesia. Syaratnya, minimal lulusan SMK, dan fasih berbahasa Inggris. Jika bisa berbahasa Arab pastinya akan mendapat nilai plus.

Menurut wanita lajang yang akrab dipanggil Anya ini, permintaan terhadap pekerja asal Indonesia masih banyak lagi dari grup ritel lain, yang selama ini diisi oleh tenaga kerja asal Filipina, India, dan Bangladesh. “Tenaga kerja Indonesia dipilih karena ulet, dan ramah, juga bersih.”

Anya mengungkapkan banyak rumah sakit di Timur Tengah yang meminta perawat dari Indonesia. Tentu, pemerintah akan menyambut baik hal ini, dan citra bahwa Timur Tengah adalah negara penerima pekerja domestik Indonesia terbanyak akan berubah seiring dengan ter-upgrade-nya kapasitas dan kecakapan tenaga kerja Indonesia.

Perluasan Pasar TKI

Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI Elia Rosalina menyatakan institusinya tahun ini akan mengembangkan perluasan pasar kerja TKI, seraya terus merealisasikan penempatan TKI formal sejalan rencana strategis zero-five, serta secara bertahap  memberdayakan TKI non formal hingga kelak penempatan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dihapus.

“Singapura, Malaysia, Macau, Jepang, Papua Nugini, Amerika Serikat, Kanada, Korea, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kurdistan, dan Kuwait menjadi target perluasan pasar kerja TKI itu,” kata Elia Rosalina pada Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) 141 calon TKI Formal untuk ditempatkan di Timur Tengah.

Sejumlah 141 calon TKI Formal pada acara yang berlangsung di kantor BNP2TKI di Ciracas, Jakarta Timur, untuk mengisi jabatan antara lain sebagai  perawat rumah sakit, perawat orang jompo/cacat, pekerja konstruksi, koki masak, sopir, pemangkas rambut, pekerja room service di perhotelan, tukang cat furnitur kayu, penjahit, juru muat dan bagian penjualan dengan kisaran gaji antara 1.200 – 3.000 SR atau setara Rp5 juta– Rp11 juta per bulan. (*)

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional