Menu

Sri Sultan Hamengkubuwono X Puji Sikap Responsif BNP2TKI

  Dibaca : 141 kali
Sri Sultan Hamengkubuwono X Puji Sikap Responsif BNP2TKI

AnsorNews.com, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X memuji sikap BNP2TKI yang responsif, cepat bereaksi serta cost-effective dalam pelayanan penempatan dan perlindungan TKI.

“Tindakan serupa itu sejalan dengan keharusan dilaksanakannya penempatan TKI formal di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Sri Sultan ketika meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Yogyakarta, Kamis (31/3/2016).

Peresmian yang berlangsung di Kantor BP3TKI ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Turut hadir antara lain, Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, pejabat Kemenkumham, segenap SKPD Pemerintah Provinsi Yogyakarta, serta pejabat BP3TKI.

Pembentukan LSTA-P2TKI di Yogyakarta ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 55/TIM/2015 tanggal 28 Mei 2015 tentang Pembentukan Tim Pelayanan Terpadu Satu Atap  Penempatan dan Perlindungan TKI serta berdasarkan UU No 39 Tahun 2004.

Turut bergabung dalam pelayanan satu atap ituDisnakertrans DIY, BP3TKI Yogyakarta, Polda DIY, Dinas Kesehatan DIY, Bank BRI, Biro Tapem/Dukcapil DIY, Kantor Imigrasi, dan Asuransi TKI. Kantor LTSAmelaksanakan 22 jenis pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P2TKI) mulai dari pra-penempatan, purna penempatan, dan penanganan pengadaan kasus TKI.

Terkait dengan keberadaan instansi-instansi tersebut, Sri Sultan  yang kemudian meninjau loket-loket pelayanan, menyatakan para pegawai instansi yang tergabung dalampelayanan satu atap ini harus hadir setiap hari.”Jangan terulang di kantor lain yang ketika menjalankan tugas tidakberada di tempat yang seharusnya, tapi di kantor lain.

Nusron Wahid dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah DIY yang terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. LTSA, katanya, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam hal ini, akses yang lebih mudah kepada masyarakat.

Kebijakan Nawacita Presiden Jokowi bahwa negara harus hadir dalam pelayanan kepada masyarakat sepertinya harus mulai dilaksanakan di daerah, sebagaimana tercermin dalam pendirian LTSA-P2TKI.. Salah satu indikator yang menjadi tolak ukur pelaksanaan Nawacita itu adalah memberikan kemudahan pelayanan publik kepada masyakat agar lebih mudah, murah, cepat, dan aman. Tak terkecuali dalam pelayanan kepada CTKI/TKI.

Drs Bambang Satrio, perwakilan Kemenaker RI, mengatakan LTSA adalah salah satu bentuk terobosan baru yang harus dikembangkan dan ditingkatkan demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat. (f)

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional