Menu

Banser Akan Copoti Spanduk Ajakan Makar & Penyebar Paham Radikalisme

  Dibaca : 115 kali
Banser Akan Copoti Spanduk Ajakan Makar & Penyebar Paham Radikalisme

AnsorNews.com, JAKARTA – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) siap menyisir dan mencopot setiap media publikasi (spanduk, poster, dll) yang berisi ajakan menolak eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), anti-Pancasila, mendukung khilafah, serta menebar paham radikalisme.

Banser akan menangkap dan mengamankan oknum yang menebar paham radikalisme serta menolak eksistensi NKRI, seperti diinstruksikan oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

“Banser siap melaksanakan perintah Ketum GP Ansor. Kami telah perintahkan seluruh jajaran Banser untuk melaksanakan perintah itu,” ujar Alfa Isnaeni, Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser), dalam keterangan persnya, Ahad (17/4/2016).

Alfa juga mengingatkan kepada anggotanya agar melakukan aksinya sesuai dengan prosedur.

  1. Copot spanduk berisi ajakan menolak eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), anti-Pancasila,  mendukung khilafah, atau pun menebar paham radikalisme.
  2. Lakukan tindakan secara bersama sama. Artinya tidak sendirian.
  3. Sebelum dicopot, harus difoto terlebih dulu
  4. Catat tempat spanduk tersebut, dan catat pukul pencopotan.
  5. Spanduk yang dicopot lipat baik baik dan selanjutnya serahkan kepada yang berwajib (Satpol PP atau kepolisian), minta tanda terima, dan upayakan saat serah-terima difoto.
  6. Berkoordinasi dengan pimpindan dan laporkan tindakan secepatnya, termasuk melalui sms atau whats-up.
  7. Tetap jaga kondusifitas lingkungan.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan kepada Banser untuk menangkap dan mengamankan siapa saja yang menebar paham radikal, baik secara langsung ataupun melalui poster.

Instruksi tersebut menyikapi kasus dibentangkannya poster bertulis ajakan untuk kembali menegakkan negara khilafah di depan Masjid Jami’ Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (15/4/2016).

Gus Tutut mengatakan kasus di Pamotan itu tak boleh dipandang remeh dan harus segera ditangani sebelum membesar. Menurut Gus Tutut, kalau di Pamotan yang notabene pusat tokoh NU, HTI berani menggelar aksi, apalagi di tempat lain.

“Saya intruksikan kepada sahabat-sahabat Ansor dan Banser kalau lihat orang seperti itu lagi di Rembang atau di manapun,” ujar Gus Tutut dalam forum pertemuan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI di gedung NU. (*)

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional