Menu

700 Jamaah Pulang Lewat Manila

  Dibaca : 163 kali
700 Jamaah Pulang Lewat Manila

Filipina menghentikan sementara pembuatan paspor haji untuk tahun depan.

          AnsorNews.com, JAKARTA – Kementrian Luar Negeri, mengutip informasi dari Pemerintah Filipina, memperkirakan sekitar 700 warga Negara Indonesia  yang menggunakan paspor palsu Negara itu akan pulang berhaji dari Arab Saudi melalui Manila, Filipina. Kepulangan meraka dijadwalkan antara 18-30 September 2016.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI BHI) Kemenlu lalu Muhammad Iqbal melalui pesan instan yang diterima di Jakarta, jumaat (16/9), mengatakan, data pemerintah Filipina menyebutkan bahwa dari sekitar 7.052 jamaah haji, ratusan diantaranya merupakan warga Negara asing yang lolos pergi haji melalui Filipina menggunakan paspor illegal.

Iqbal menjelaskan, perkiraan 700 orang Indonesia adalah dari angka tersebut (diantara 7.052 jamaah yang kembali ke Filipina). Pada pemulangan tanggal 19 (September), diperkirakan akan tiba 1.049 orang melalui tiga kloter dan diindikasikan didalamnya terdapat warga Negara asing. “Tapi sejauh ini kita belum tahu ada berapa WNI dan berapa warga Negara Malaysia,” kata Iqbal.

Untuk mengantisipasi kepulangan ratusan jamaah haji WNI tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menugaskan tim khusus yang dipimpin Direktur PWNI BHI. Tim ini melakukan persiapan bersama dengan otoritas terkait di Filipina. Pada 14 September, tim Indonesia telah bertemu dengan satuan tugas yang dibentuk Pemerintah Filipina untuk menangani masalah itu.

Dalam pertemuan tersebut, tim Kemenlu menekankan agar penanganan 177 WNI calon jamaah haji sebelumnya dijadikan pelajaran. Ini untuk membuat proses penanganan lebih cepat dan efisien dengan tetap perlakuan yang bermartabat kepada para jamaah haji Indonesia.

“kalau ingat kasus 177 (WNI), kita perlu dua pekan lebih untuk memulangkan mereka. Kali ini kita akan upayakan supaya sebagian besar bisa pulang antara tiga sampai empat hari sejak tiba di Manila,” kata Iqbal.

Dalam pertemuan kemarin juga diketahui,Filipina sepakat untuk memperlakukan para jamaah WNI sebagi korban. Filipina juga bersedia mengunakan alur khusus untuk memungkinkan para jamaah dapat dipulangkan secepat mungkin.

Selain Kemenlu, pemerintah juga memberangkatkan tim Kementerian Agama ke Filipina untuk mengurus para jamaah  haji tersebut. Tim Kementerian Agama yang dikirim ke Filipina yaitu Kepala Biro Hukum  dan Kerja Sama Luar Negeri  Ahmad Gunaryo, Pgs Kepala Pusat Informasi dan Humas yang juga Kepala Biro UmumSyafrizal, Agus Soleh, dan Anwar. Tim Kemenag dijadwalkan berangkat ke Manila hari ini, Jumaat (16/9).

Menunda paspor

Dari Filipina, Menlu Filipina Perfecto Yasay Jr mengatakan, Pemerintah Filipina akan menghentikan sementara pengeluaran visa haji sampai masalah jamaah haji Indonesia ini tuntas. Yasay mengatakan hal tersebut awal bulan ini.

Penghentian sementara dipandang penting karena Filipina juga berencana memperpanjang masa berlaku paspor mereka ke Arab Saudi dari 5  tahun menjadi 10 tahun. Juru bicara Kemenlu Filipina, Charles Jose, menambahkan, Pemerintah Filipina bersama DPR Filipina akan mencari landasan hukum terkait penundaan sementara visa haji ini.

Paspor haji palsu dikeluarkan oleh kantor Imigrasi Paranaque City, Metro Manila. Paspor dirilis atas setifikasi dari Komisi Nasional Muslim Filipina. Menurut Yasay, setiap paspor haji yang dikeluarkan oleh Pemerintah harus melalui sertifikasi lembaga tersebut.

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional