Menu

Alquran Adalah Ruh Sebagai Sifat Dasar Demokrasi

  Dibaca : 259 kali
Alquran Adalah Ruh Sebagai Sifat Dasar Demokrasi
Demokrasi Dalam Perspektif Alquran dan Konstitusi

AnsorNews.com, PUWAKARTA – Studium Generale Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Muhajirin Purwakarta Tahun Akademik 2016-2017 sukses digelar, belum lama ini. Bertempat di Aula Ummi Kampus I Al Muhajirin, kuliah umum yang digelar rutin setiap tahun ajaran baru tersebut mengambil tema “Demokrasi Perspektif Alquran dan Konstitusi serta Implikasinya terhadap Perekonomian di Indonesia”.

Hadir sebagai narasumber Ketua MUI Kabupaten Purwakarta yang juga Rois Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta Dr KH Abun Bunyamin MA dan Ketua KPU Kabupaten Purwakarta yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Jawa Barat Deni Ahmad Haidar SE.

Dalam materinya, KH Abun membahas secara konprehensif bahwa ruh demokrasi itu adalah Alquran. “Demokrasi merupakan konsep yang disempurnakan dari musyawarah. Musyawarah sendiri bersumber dari Alquran,” ujarnya di hadapan sedikitnya 200 mahasiswa STAI Al Muhajirin dari jurusan Ilmu Tafsir dan Alquran dan Perbankan Syariah.

KH Abun menyebutkan Alquran dan sunnah menetapkan beberapa prinsip pokok berkaitan dengan kehidupan politik, seperti keadilan, tanggung jawab, kepastian hukum, hak-hak manusia, dan lainnya, di mana semuanya memiliki kaitan dengan demokrasi.

“Demokrasi intinya adalah musyawarah dalam sebuah pengambilan keputusan. Di dalamnya terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan itu tertuang dalam konsep nilai dan teknisnya. Islam sendiri menjadi sifat dasar dari demokrasi, ini dikarenakan konsep syura (demokrasi), ijtihad dan ijma’ merupakan konsep yang sama dengan demokrasi. Sedangkan perbedaannya, lebih kepada konsep historis,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Deni Ahmad Haidar. Pemahaman demokrasi tidak hanya bersandar pada teks normatif namun juga kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Agama akan dapat selaras dengan demokrasi jika memiliki watak membebaskan. Islam hadir untuk membebaskan umatnya berkreasi dalam menciptakan peradaban yang lebih manusiawi,” kata Deni.  Dijelaskannya, esensi demokrasi dapat dilihat dari pemilu yang diadakan untuk memilih presiden atau pemimpin suatu negara.

“Di Indonesia, praktik demokrasi dengan mengutamakan musyawarah merupakan suatu bukti bahwa Indonesia memiliki jati diri dengan menyesuaikan pelaksanaan demokrasi dengan kepribadian bangsa. Selain itu musyawarah mufakat juga sesuai dengan ajaran Islam, karena Islam mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional