Menu

Sumpah Pemuda Perpekstif Tasawuf

  Dibaca : 344 kali
Sumpah Pemuda Perpekstif Tasawuf

Sumpah sama halnya dengan janji setia, dalam bahasa syariatnya adalah bai’at. Dan dibai’atnya para pemuda mengucapkan janji setia untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Pertanyaannya, kenapa ini dilakukan?

Salah satu yang bisa kita maknai, tujuannya untuk mengikat hati dan rasa kecintaan terhadap bangsa Indonesia yang diimplementasikan dengan aksi pembangunan di segala bidang demi terciptanya bangsa yang maju, bangsa yang makmur, aman, tentram, damai dan disegani oleh bangsa lain. Lantas pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan kita beragama? Tentunya kita harus melakukan lebih karena kita berkeyakinan hidup kita bukan hanya di dunia saja dan segala perbuatan kita nantinya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan.

Dalam Agma Kristen dikenal istilah “baptis” adalah janji setia untuk mncintai agamanya, dan dalam Islam kita mengenal “talqin atau bai’at” yaitu janji setia memeluk agama, meyakini dan mencintai Allah SWT sebagai Tuhan kita dan  Sayiduna Muhammad Saw sebagai rasulNya dengan mengucap dua kalimat Syahadat.

Sebagai orang yang beragama tentunya pengakuan kita bukan hanya sebatas ucapan belaka, tetapi harus dituangkan dalam bentuk tunduk dan taat (Islam) dan menjalankan perintahNya dengan baik (ihsan). Agar kesaksian kita mantap sehingga kita bisa bersungguh-sungguh dalam menjalankan janji setia, kita memerlukan talqin atau bai’at pada Sang Pembawa Risalah Islam yaitu Nabiyuna Muhammad Saw yang beliau wariskan melalui para ulama, yang dalam hal ini disebut Mursyid.

Melalui mursyid kita akan diajarkan bagaimana kita mengimplementasikan sumpah janji setia sebagai orang Islam dalam bentuk amaliaah dan dzikir demi tercapainya insanun kamil yang kembali pada fitrahnya dalam bertakholly (menjauhkn diri dari sifat yang tercela), takhally (terisinya hati kita dengan sifat-sifat yang terpuji), pada akhirnya kita bisa tertajalli (dekat dengan Alloh SWT).  Wallohu A’lam

Akhirul kalam, “Selamat Sumpah Pemuda”

 

Oleh: Lukman Noer Salim (Santri PP.Al-Kahfi, Kebumen)

 

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional