Menu

4 Sikap PBNU Pasca #Aksi Damai 4 November

  Dibaca : 270 kali
4 Sikap PBNU Pasca #Aksi Damai 4 November

AnsorNews.com, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Sa’id Aqil Siraj memberikan pernyataan sikap PBNU terkait aksi damai penyampaian pendapat umat Islam pada Jum’at 4 Novenber 2016. Empat sikap PBNU diantaranya mengajak seluruh rakyat Indonesia bersatu padu senantiasa membangun ukhuwah dan memperkokoh kebangsaan.

Pernyataan sikap PBNU oleh Sa’id Aqil disampaikan setelah menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (7/11).

“Pertama, sebagai bagian dari cara berdemokrasi yang beradab dan niat yang tulus meluruskan etika kepemimpinan kami mengapresiasi aksi damai tanggal 4 November,” kata Sa’id Aqil Siradj kepada wartawan.

Aqil mengatakan, kepemimpinan adalah teladan yang baik (Uswatun hasanah), tidak berujar kalimat kotor yang menimbulkan kontroversi bahkan melahirkan perpecahan, pepatah mengatakan “keselamatan seseorang adalah dengan menjaga lisanya“, imbuhnya.

“Kedua tugas aparat keamanan adalah menindak pihak-pihak yang ingin menodai niat luhur dari aksi 4 November,” tutur Sa’id Aqil.

“Adapun mengenai kericuhan yang ditimbulkan kami tidak yakin bahwa itu ditimbulkan pengunjuk rasa damai aksi 4 November. Kami justru menengarai hal itu dilakukan oleh kelompok yang ingin merusak kemurnian dan niat suci dari tujuan aksi damai 4 November,” imbuhnya.

Ketiga, Sa’id Aqil menuturkan, PBNU menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyat. PBNU mendesak pemerintah untuk segera melakukan dialog yang intensif dengan linta tokoh pemuka agama untuk menimbulkan suasana negara yang kondusif.

“Terakhir, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia bersatu padu senantiasa membangun ukhuwah dan memperkokoh kebangsaan kita,” pungkas Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah itu.(*)

 

 

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional