Menu

Atraksi Pendekar Pagar Nusa Pukau Peserta Apel Kebhinnekaan

  Dibaca : 242 kali
Atraksi Pendekar Pagar Nusa Pukau Peserta Apel Kebhinnekaan

AnsorNews.com, SLAWI – Apel Kebhinnekaan cinta damai yang dilaksanakan  di lapangan Kalibliruk, Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (16/11) dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan dan atraksi.

Selain dihibur dengan lantunan musik religi yang dimainkan  grup hadroh tiga pilar, pada apel kebhinnekaan itu, peserta apel juga disuguhi hiburan barongsai dari Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi, atraksi silat yang dimainkan oleh sejumlah pendekar silat Pagar Nusa dan atraksi dari Robert Ortega.

Atraksi kebal yang dipertunjukkan oleh  para pendekar silat Pagar Nusa pagi itu berhasil memukau sekaligus membuat jantung penonton berdebar.

Dihadapan ribuan peserta apel, para pendekar  menunjukkan kemampuan dirinya yang kebal terhadap senjata tajam.

Sebuah golok tajam yang mampu membelah dahan pisang, tak bisa melukai  tubuh mereka. Tak hanya kebal dari sabetan senjata tajam, pendekar pagar nusa juga menunjukkan kemampuannya melepaskan tangan yang telah diborgol, tanpa menggunakan alat bantu apapun dan kemampuan kebal terhadap lindasan sepeda motor.

Yang paling mendebarkan adalah saat salah seorang pendekar melakukan atraksi memotong lidah  menggunakan golok. Tampak darah mengalir dari mulut sang pendekar. Namun, tak berapa lama, lidah yang terpotong tadi bisa menyambung kembali.

“Tisu,tisu,”teriak Bupati Tegal Enthus Susmono saat melihat darah yang mengucur dari mulut pendekar tersebut.

Sementara itu, atraksi menegangkan dipertunjukkan oleh Robert Ortega.Dengan mata tertutup, ia mengendarai sepeda motor melewati dua buah pedang yang dibawa oleh dua polisi.

Dengan mata tertutup pula, ia membawa sebilah pisau dan berusaha memotong wortel  yang dibawa seorang anggota Pramuka dan seorang polisi. Ortega juga menunjukkan kemampuannya melepaskan diri dari ikatan tali yang membelit tubuhnya.

Ketegangan kembali terasa saat ia meminta tiga polis bertubuh besar naik ke atas tubuhnya yang berbaring di dua buah kursi.

Berbagai atraksi yang dipertunjukkan dalam apel tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Tegal AKBP Adi Vivid AB.

Menurut Vivid, apa yang disaksikan peserta apel menunjukkan keanekaragaman budaya yang dimiliki Kabupaten Tegal. “Kabupaten Tegal dengan beraneka ragam budaya, dengan beraneka ragam suku bangsa, beranekaragam agama  bisa bersatu,”kata Vivid.

Disebutkan,bersatunya kebudayaan akan menjadi rantai kuat bagi bangsa ini. Dan bersatunya umat lintas agama dengan berbagai kebudayaan yang dimiliki, diharapkan bangsa ini tidak mudah goyah dengan berbagai provokasi yang dihembuskan pihak-pihak  tertentu.

“Kabupaten Tegal yang kuat tidak akan goyah, tiga pilar (TNI, Polri dan Pemda) didukung masyarakat, ulama, romo, kiai, pendeta, Insya Allah akan selalu kondusif,”tuturnya.

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional