Menu

Shkodran Mustafi: Islam Penting Bagi Hidup & Karir Saya

  Dibaca : 229 kali
Shkodran Mustafi: Islam Penting Bagi Hidup & Karir Saya

AnsorNews.com, INGGRIS – Pemain Arsenal, Shkodran Mustafi, sudah diketahui sebagai salah satu dari banyak pemain beragama Muslim yang menjalani karir sebagai pesepakbola profesional di Eropa.

Seperti rekan setimnya, Mesut Ozil, pemain yang lahir di Jerman dari orang tua Albania tersebut juga seorang pemeluk agama Islam yang taat dan ia menegaskan betapa penting agamanya tersebut dalam kehidupan dan karirnya.

“Terkadang kita melupakan segalanya,” ujar Mustafi . “Sebagai manusia, sekarang Anda harus makan, kemudian Anda ingin minum, Anda mengambil kopi, setelah kopi Anda ingin makanan pencuci mulut – Anda selalu ingin lebih.

“Terkadang agama mengajarkan kepada Anda untuk bersyukur atas apa yang Anda miliki, bersyukur karena menjadi seorang pesepakbola.

“Bahkan ketika Anda bermain buruk, Anda bersyukur karena seseorang memberi Anda kesempatan bermain dan nikmati saja – dan ini membuat Anda tidak banyak terbebani karena terkadang Anda sangat ingin menjadi pemain terbaik, kemudian Ballon d’Or, kemudian Piala Dunia dan Anda memberi begitu banyak beban kepada diri Anda.

“Bagi saya, agama saya melepas semua beban itu karena agama saa mengajarkan kepada Anda untuk bersyukur atas apa yang Anda miliki, kemudian Anda akan mendapatkan lebih banyak. Membantu orang-orang dan sepakbola, yang merupakan olahraga tim, Anda harus membantu rekan Anda di dalam dan di luar lapangan.

“Ini semua tentang menghargai orang lain. Terutama dalam bisnis ini, Anda hanya harus menjadi diri Anda dan berusaha membantu orang lain, meski terkadang Anda memiliki banyak hal untuk dilakukan.

“Terkadang Anda ada di sana dan semua orang tahu Anda Mustafi tetapi tidak ada yang tahu siapa Mustafi sebenarnya. Anda hanya melihat 90 menit dan Anda tidak tahu siapa orang ini. Agama membantu saya untuk menjadi diri saya, tidak menjadi Mustafi yang diketahui orang lain dan diharapkan orang lain.

“Berusaha menjadi diri saya dan berusaha membuat semua tampak baik di dalam dan di luar lapangan, itu memberi Anda banyak tekanan. Saya tumbuh dewasa dalam keluarga di mana agama selalu menjadi hal penting. Agama sama seperti dalam sepakbola, jika Anda tidak meyakini apa yang Anda lakukan, maka percuma karena Anda akan menjalaninya dengan buruk.

Mustafi mengenang perbincangan dirinya dengan rekan setim saat di Everton tentang penolakannya terhadap minuman beralkohol, di mana itu menjadi sebuah titik pencerahan bagi dirinya hingga sampai saat ini.

“Berawal ketika saya berusia 17 tahun di Everton dan saya pergi bersama rekan-rekan setim dan semua orang tahu saya adalah orang Jerman karena saya bermain untuk timnas Jerman. ‘Anda orang Jerman, bagaimana mungkin Anda tidak minum [minuman beralkohol]?’ Saya jawab, ‘Tidak, saya Muslim dan saya tidak minum’ dan dia bertanya, ‘Mengapa Anda Muslim?’ dan saya seperti, ‘Yeah, orang tua saya muslim dan saya tumbuh dewasa dalam keluarga Muslim’.

“Kemudian saya pulang dan berpikir, itu adalah pertanyaan bagus, karena saya tidak pernah menanyakan kepada diri saya. Ini sesuatu yang orang tua ajarkan pada Anda tetapi Anda tidak pernah tahu apakah itu bagus, buruk mengapa saya tidak minum, mengapa saya tidak makan babi, mengapa saya shalat lima waktu sehari.

“Saya mulai membaca Al-Qur’an dan menanyakan pertanyaan – ‘Apa pemikiran di balik semua itu?’ – dan itu menjadi semakin menarik. Hal itu banyak membantu saya.” (Sumber: Goal)

 

Editor:
Tags
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional