Menu

Waspadai Gerakan Intoleran dan Radikal! Ansor Sumbar Angkat Bicara

  Dibaca : 268 kali
Waspadai Gerakan Intoleran dan Radikal! Ansor Sumbar Angkat Bicara
AnsorNews.com, SUMBAR – Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat menilai pergerakan kelompok intoleran yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Bahkan, pergerakannya sudah mulai menyerang anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman menyebut hal itu di salah satu rumah makan di kawasan Khatib Sulaiman Padang, Jumat (20/01) dalam rangka silaturahmi dengan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Provinsi Sumatera Barat  DR. Winata. Menurut Rahmat, saat ini mereka sudah menyisipkan ideologinya ke buku-buku untuk siswa sekolah bahkan di tingkat taman kanak-kanak.
Menurut Rahmat, kelompok intoleran ini sangat berbahaya. Sebab, mereka dapat memecah-belah keutuhan Indonesia lantaran memilki agenda besar untuk merebut kekuasaan negara dan mengubah NKRI menjadi negara Islam.
“Selain itu, kelompok itu juga tidak segan untuk mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Bahkan sesama muslim pun tetap mereka anggap kafir jika ada berseberangan pemikiran,” tutur Rahmat, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman ini.
Dikatakan Rahmat, Ansor Sumatera Barat  melakukan langkah pencegahan dengan melakukan kaderisasi anggotanya untuk mengatasi ancaman itu. Gerakan Pemuda Ansor dengan tegas menolak kelompok yang tidak toleran (intoleran) dalam kebhinekaan dan keislaman.
Belakangan ini  di media sosial sudah bergaung akan adanya pengangkatan imam besar umat Islam. Menurut Rahmat, ini tidak sesuai dengan konteks keislaman selama ini. Belum pernah ada dalam sejarah Islam imam besar umat Islam. Untuk itu, Ansor Sumatera Barat dengan tegas  menolak memberikan gelar atau pengakatan imam besar umat Islam di Indonesia.
Khusus di ranah Minang, dalam menghadapi masalah harus diutamakan kemaslahatan bersama. Tidak harus memaksakan sesuatu hal yang akan menimbulkan keresahan, kegaduhan bahkan  menimbulkan bentrokan. Menurut pepatah Minang, bagaimana kita mengambil rambut dalam tepung. Itulah yang seharusnya dilakukan,  dengan berkomunikasi dan konsolidasi lebih baik dari pada melakukan tindakan yang akan menimbukan kegaduhan dan bentrokan, kata Rahmat.
Sekretaris Ansor Sumbar Arianto menambahkan, memang gerakan intoleran sudah mulai perkembang sejak1990. Mengutip komentar staf pengajar Agama Islam di Universitas Indonesia Abdi Kunia dalam diskusi penguatan toleransi dan merespon ekstrimisme yang digelar di Bogor, Selasa (2/8/2016), mulai bergerak dan menancapkan pengaruhnya kepada lapisan masyarakat bawah secara sistematis. Sehingga sudah adanya kekuatan masa dan gerakan  ini  masuk ke lingkungan kampus dan pesantren.
Acara silaturahmi ini juga dihadiri  Wakil Ketua Ansor Sumbar Nafriandi, Kepala Sekretariat Muhammad Fauzi dan Irfan Aulia.
Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional