Menu

Apel Kebangsaan, Banser Sidoarjo Siap Jaga NKRI, Kecam Pelecehan Terhadap Ulama NU

  Dibaca : 334 kali
Apel Kebangsaan, Banser Sidoarjo Siap Jaga NKRI, Kecam Pelecehan Terhadap Ulama NU

AnsorNews.com, SIDOARJO – Meski diguyur hujan, sekitar 1600 banser tidak bergeming dari tempatnya saat Apel Kebangsaan yang di gelar di depan Masjid Agung Sidoarjo, Jumat (3/2/2017). Banser menyatakan sikap menjaga pancasila, NKRI dan menolak khilafah.

Dalam apel kebangsaan itu dihadiri Bupati Sidoarjo H Saiful Illah SH M.hum, Kapolres Sidoarjo Kombes Pol M Anwar Nasir Sik, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono S.I.P, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sulamul Hadi Nurmawan,  Ketua PC NU Sidoarjo H.Maskun SH MH, Ketua GP Anshor Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin, Ketua PW PW GP Anshor Jawa Timur Rudi Tri Wahid, dan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Anshor H. Yaqut Kholil Qoumas turut hadir pula banser dari Gresik dan Lamongan.

Bertindak selaku Irup pada Apel Akbar Banser Bupati Sidoarjo, dan Dan Up Khoirul Anam ( Satkorcab Banser Sidoarjo). Apel didahului menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars  GP Anshor, Mars Banser, Mars NU( Ikhwanul Waton) dan pembacaan Ikrar kebangsaan oleh H. Rizza Ali Fizin.

Dalam sambutannya bupati sidoarjo menyampaikan bahwa  kita harus membuat kekuatan selain kekuatan dari TNI-Polri. “Kita harus kuatkan Ukuwah Islamiyyah, dan jangan mau di adu domba,” ujarnya.

Saiful Ilah juga berpesan kepada Banser Se-Kabupaten Sidoarjo harus menjaga NKRI dengan mewujudkan stabilitas keamanan dan ketertiban sehingga tercipta suasana yang kondusif. Banser dan Anshor garda terdepan dalam membela NKRI.

Sementara dalam sambutannya Ketua Umum PP GP Anshor H Yaqut Kholil Qoumas berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia juga menyampaikan agar Banser harus tetap mengawal muru’ah para Kiyai. “Negara ini berdiri berkat perjuangan para Kiyai maka kita harus membentengi para kiyai,” tegasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Tutut ini, Banser agar tetap menjaga NKRI dari paham Radikalisme, karena negara ini ada yang akan membelokkan ke Khilafah menolak pancasila, “NKRI harga mati,lawan radikalisme tolak Khilafah,” tegas Gus Tutut.

Anggota DPR RI dari PKB Dapil Jateng X itu menambahkan, saat ada gerakan radikalisme dan gerakan mengusung sistem negara dibuat dengan khilafah. Gerakan ini harus ditolak dan dilawan karena bisa mengancam NKRI.

Para pahlawan dan para kyai yang mendirikan negara ini sudah berdasarkan syariat, tidak ngawur atau lainnya. Ansor sebagai santri para kyai harus berani melawan dan rela mati mempertahankan NKRI.

“Kyai-kyai pendahulu kita mendirikan negara ini sudah melakukan pemikiran yang mendalam dan matang setta juga sudah sesuai syariat. Jika ada yang mencoba merubahnya, harus kita lawan, meski bertaruhkan nyawa,” tegas adik Yahya Staquf itu.

Dia juga menyinggung, untuk masalah gegaduhan yang tiga hari terjadi akibat ulah salah satu calon terhadap Rois Aam NU KH Ma’ruf Amin, adalah masalah kecil dan sudah ada yang mengurus di Jakarta.

Ansor mengecam ulah atau perbuatan salah satu calon itu bukan dasarnya memusuhi dan mendukung calon tertentu. Melainkan masalah muru’ah yakni masalah tidak bagus yang terima atau menimpa kyai atau ulama, harus dikecam. Karena kyai dan ulama panutan warga NU.

 

Sumber: sidoarjoterkini.com

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional