Menu

Cegah Potensi Konflik Pilkada 2017 dalam Dialog Publik

  Dibaca : 318 kali
Cegah Potensi Konflik Pilkada 2017 dalam Dialog Publik
Dialog Publik di pendopo 2 Kawedanan Bumiayu, pada Kamis (23 Februari 2017).

AnsorNews.com, BUMIAYU – Menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2017, Bumiayu Institute dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bumiayu, menyelenggarakan Dialog Publik di pendopo 2 Kawedanan Bumiayu, pada Kamis (23 Februari 2017). Panelis dalam dialog antara lain Bpk. Wakro dari Panwas Kab. Brebes, Bpk. H.M Sodikin, S.Ag dari Alumni HMI, Bpk. Samsul Maarif dari Ketua Umum LP Ma’arif NU Brebes dan Letkol INF Ahmad Hadi H dari Kodam IV/DIP Jateng.

Dalam sambutan dialog dengan tema “Upaya mencegahan Potensi Konflik PILKADA 2017”, Direktur Bumiayu Institute menyampaikan diadakannya kegiatan tersebut sebagai ikhtiar menanggulangi atau mencegah potensi terjadinya konflik setelah pilkada khususnya untuk kab. Brebes.

“Semoga masyarakat brebes bisa menjaga kesatuan NKRI yang utuh”ujar, M. Fatkhurrozaq, Kamis (23/02).

Ia menambahkan, agenda rutin Pilkada yang akan dihadapi masyarakat indonesia, menurutnya sebagai ujian terhadap tingkat kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Harapannya, setiap periodesasi akan meningkatkan kesewasaan.

“Apakah kedepannya meningkat dewasa atau justru sebaliknya, ini bisa diukur dari hasil dan dampak pilkada,” lanjutnya.

Letkol INF Ahmad Hadi H dari Kodam (Dandim) memberikan wawasan tentang kondisi internasional dan nasional. Dalam uraian penyampaiannya menyoroti ancaman negara-negara asing yang mulai masuk ke Indonesia dalam berbagai bentuk dan cara. Menurutnya, ancaman asing dinilai juga bisa menyusup melalui Pemilu, seperti melakukan intervensi oleh pihak asing.

“Indonesia memiliki SDA yang sangat kaya sehingga menjadi incaran banyak negara-negara asing,” tandasnya dalam menyampaikan materi.

Pada kesempatan yang sama, Wakro selaku panwas kab. Brebes mengatakan, sejauh ini yang perlu disadari Pilkada masih cukup baik. Ditegaskan, selama Pilkada tidak pernah adanya konflik yang merusak nilai-nilai demokrasi. Sehingga ia berharap, keadaan yang baik tersebut agar bisa terus dikawal agar kesepan semakin bagus.

“Sejauh ini belum ada yang mencacati demokrasi, karena itu saya katakan untuk kabupaten Brebes bebas dari konflik pilkada serentak tahun 2017,”ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Bumiayu Institue Muhammad Fatkhur Rozaq, Wakil Bupati Brebes Bpk. Narjo S.H. jajaran aparatur pemerintah mulai dari camat, kades dan juga sejumlah Organisai Kepemudaan serta Ormas dan perwakilan Parpol wilayah Brebes Selatan.

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional