Menu

GP Ansor Desak Pemerintah hentikan Perundingan Dengan Freeport

  Dibaca : 172 kali
GP Ansor Desak Pemerintah hentikan Perundingan Dengan Freeport

AnsorNews.com, JAKARTA – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) secara tegas meminta pemerintah agar tetap berani konsisten dalam menjalankan amanat konstitusi dan tidak terpengaruh terhadap desakan pihak manapun. GP Ansor juga mendukung penuh pemerintah terkait upaya divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua. Bahkan dengan tegas mendesak pemerintah untuk menghentikan perundingan jika berbagai aksi unjuk rasa tersebut tetap dilakukan.

“Kalau demo-demo jalanan terkait Freeport ditumpangi kepentingan perusahaan raksasa itu, GP Ansor mendesak kepada pemerintah untuk menghentikan perundingan,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Selasa (07/03).

Yaqut mengemukakan hal itu menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Solidaritas Peduli Freeport di depan Kementerian ESDM, Selasa pagi, yang disinyalir ditumpangi kepentingan pihak PT Freeport Indonesia.

“Tidak ada manfaatnya melanjutkan perundingan karena mereka melakukan penekanan melalui aksi massa,” kata Yaqut yang juga anggota Komisi VI DPR RI itu.

Unjuk rasa Gerakan Solidaritas Peduli Freeport itu menuntut Pemerintah tidak memaksakan perubahan Kontrak Karya (KK) Freeport ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Padahal, kata Yaqut, sesuai PP No. 1 Tahun 2017 perusahaan pertambangan pemegang kontrak karya yang sudah berproduksi untuk melakukan pemurnian selambat-lambatnya lima tahun sejak UU No. 4/2009 tentang Minerba diundangkan.

GP Ansor meminta Pemerintah untuk tetap menjalankan amanat konstitusi dan tidak mudah tunduk pada desakan apa pun.

Apalagi, GP Ansor menilai eksplorasi yang dilakukan Freeport selama puluhan tahun tidak sebanding dengan apa yang diberikan Freeport, baik untuk rakyat Papua maupun Pemerintah Indonesia.

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional