Menu

Penataan Ducting Dukung RPL dan Jakarta Smart City

  Dibaca : 248 kali
Penataan Ducting Dukung RPL dan Jakarta Smart City

AnsorNews.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Pemerintah khususnya Kementerian Kominfo akan memberikan dukungan yang diperlukan oleh industri dalam mendorong pembangunan jaringan pita lebar. “Pertama harus ada kecepatan dan yang kedua dibutuhkan efisiensi. Efisiensi ini harus dijaga dan dikontrol bersama,” tuturnya dalam sambutan pembukaan  Workshop Pembangunan Ducting bersama Utilitas Telekomunikasi di Wilayah DKI Jakarta, Rabu (15/03/2017) di Jakarta.

Menurut Rudiantara, saat ini Kementerian Kominfo sedang melakukan pembangunan Palapa Ring yang sudah mencapai 80% terdiri dari Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur. “Paket Barat merupakan bentangan kabel serat optik sepanjang lebih kurang 2.000 kilometer dan menjangkau Riau, Kepulauan Riau, hingga Pulau Natuna. Dan Paket Tengah bakal membentangkan kabel serat optik sekitar 1.676 kilometer yang menjangkau ujung-ujung Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.Sedangkan Paket Timur rencananya berupa kabel serat optik sepanjang 6.300 kilometer yang menjangkau Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua pedalaman,” paparnya memerinci cakupan Proyek Palapa Ring.

Menteri Rudiantara menegaskan Pemerintah juga akan mempermudah izin secepatnya terhadap pengusaha. “Karena apabila terlambat lapangan pekerjaan akan hilang. Customer dan supplier harus simetris dengan demikian posisi dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Diakhir sambutannya Menkominfo  berharap workshop ini memberi manfaat dengan konsep kecepatan dalam membangun efisiensi di Jakarta yang lebih baik sampai 2019.

Percepat Implementasi RPL

Pemerintah telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar (RPL) Indonesia Tahun 2014-2019 sebagai strategi meningkatkan daya saing bangsa melalui penyediaan jaringan internet pita lebar. Layanan internet pita lebar menggunakan kabel serat optik memiliki kapasitas bandwith besar dan handal. Keetrsediaan layanan itu akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagi keperluan peningkatan ekonomi. Harus diakui, jaringan itu saat ini masih terbatas penyebarannya. Oleh karena itu, implementasi Rencana Pita Lebar Indonesia memerlukan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan industri telekomunikasi dan informatika di Indonesia.

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) bersama JAKPRO menyelenggarakan Workshop Pembangunan Ducting bersama Utilitas Telekomunikasi di Wilayah DKI Jakarta.  Workshop itu ditujukan untuk mempertemukan dan menggalang sinergi berbagai pemangku kepentingan agar penggelaran jaringan di DKI Jakarta berlangsung cepat dan efisien sehingga internet pita lebar lebih terjangkau dan dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 170 undangan itu membahas pembangunan saluran (ducting) dan tiang serta penempatan kabel utilitas telekomunikasi serat optic (fiber optic). Hasil Workshop diharapkan dapat menyamakan persepsi tentang pentingnya pembangunan pita lebar di Indonesia. Secara khusus mengurangi masalah penataan kabel utilitas dan mendorong Pembangunan Smart City.

Persoalan regulasi menjadi topik bahasan Sesi Pertama. Dirjen PPI Kemkominfo Ismail dan Dirjen Bina Marga Pemprov DKI mengupas aspek kebijakan dan persoalan teknis. Diskusi dalam sesi kedua menegaskan perlunya pemerintah pusat dan daerah mempersiapkan saluran ducting dan tiang bersama.

kominfo.go.id

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional