Menu

Ketum PBNU Dukung Penuh Kaderasi Ansor

  Dibaca : 1235 kali
Ketum PBNU Dukung Penuh Kaderasi Ansor

AnsorNews.com, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mendukung penuh semua program yang dijalankan GP Ansor, terutama kaderisasi yang tengah gencar dilakukan.

“Saya merespons baik kaderisasi yang dilakukan Ansor, termasuk keikutsertaan perempuan mengikuti kaderisasi di Banser atau lebih dikenal dengan Fatser,” kata KH Said Agil Siradj, saat menerima Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas, didampingi Sekjen Abdul Rochman, beserta jajaran pengurus, di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Kunjungan Pimpinan Pusat GP Ansor kepada Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj merupakan salah satu rangkaian acara menyambut Harlah ke-83 Ansor, yakni Silaturrahim Kebangsaan ke sejumlah tokoh nasional, ketua partai, pimpinan ormas keagamaan, pimpinan media massa, dll, yang sudah dilakukan sejak 13 Maret lalu.

Menanggapi arahan Kiai Said, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Ansor sekarang memang lebih gencar melakukan pengkaderan, merekrut kader-kader dari berbagai daerah untuk menjadi Banser.

“Alhamdulillah, kaderisasi berjalan baik. Malah sekarang banyak perempuan yang menginginkan jadi Banser (Fatser), seperti di Sumatera dan Magelang,’’ ujar Gus Tutut, sapaan akrabnya.

Kiai Said mengatakan, PBNU sejauh ini mendukung penuh program-program kerja Ansor yang sudah dan tengah dijalankan, mulai dari pelatihan wirausaha, membuka lapangan kerja, hingga memperluas jaringan. “Terutama pengkaderan tadi,” Kiai Said menegaskan kembali.

Ketum PBNU berpesan kepada seluruh pengurus Ansor untuk terus semangat menjalankan program-program yang sudah direncanakan. Menurut dia, Ansor harus berbeda dari yang lain, mampu menjadi contoh, menjadi teladan yang baik, bisa menjadi penolong dan tentunya mempunyai akhlak yang mulia. “Ansor, ya harus menolong, harus bisa menjadi teladan, dan berakhlak tinggi,” ujarnya.

Pengurus Ansor, lanjut Kiai Said, harus tetap memegang prinsipnya, yaitu istikomah dan konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Yang berprinsip insya Allah selamat,” ujar alumni Universitas Umm Al-Qurra Mekkah itu.

Ia minta kepada seluruh pengurus PP GP Ansor jangan pernah merasa minder, sendirian, atau putus asa dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa.

“Kita enggak sendirian. NU enggak sendirian, Ansor enggak sendirian. Ada kiai-kiai sepuh di belakang,” tegas KH Said Agil Siradj.

Dalam kesempatan tersebut, Ketum GP Ansor Gus Tutut juga meminta nasihat dan masukan terkait dinamika politik yang terjadi di DKI Jakarta.

“Selain silaturrahim, sebagaimana anak yang sowan kepada orangtuanya biasanya memang ada masalah. Begitu juga Ansor yang sowan ke PBNU ini, minta nasihat dan masukan terkait Pilkada DKI Jakarta,” kata Gus Tutut.

Hal ini perlu disampaikan mengingat permasalahan Pilkada DKI Jakarta sudah sangat pelik karena berpotensi mengancam kebhinekaan. Gus Tutut mengaku khawatir, jika apa yang terjadi di Jakarta akan menyebar ke daerah-daerah lain.

“GP Ansor sendiri netral dalam Pilkada DKI Jakarta. Meski banyak pihak yang mendorong kami supaya memihak (salah satu calon),” jelasnya.

Terkait Pilkada Jakarta, Kiai Said menyatakan, kalau memang tidak suka dengan calon tertentu, maka tidak usah dipilih. “Kalau enggak senang Anies, ya nggak usah dipilih. Kalau enggak senang Ahok, ya enggak usah dipilih juga,” ujarnya, disambut ketawa para pengurus Ansor.

Yang paling penting, Kiai Said berharap, “NU bisa menjaga Pilkada DKI Jakarta agar tidak terjadi lagi kekisruhan yang tidak perlu,” pungkasnya. (*)

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional