Menu

Refleksi Haul KH Cholil Bisri (Ayahanda Katib ‘am PBNU dan Ketua Umum GP Ansor)

  Dibaca : 637 kali
Refleksi Haul KH Cholil Bisri (Ayahanda Katib ‘am PBNU dan Ketua Umum GP Ansor)

Mbah Cholil Bisri: Kiai-Politisi

Oleh: Dr. H. Abu Rokhmad, MAg (Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri)

AnsorNews.com, JAKARTA – Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Ma’rufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikarunia 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,  Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro’ dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP. Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005.

Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali PP. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah Swt. Allahummagfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu  ‘anhu. (Rifqi Amany)

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional