Menu

Mahasiswa dari 23 Negara “Ngaji” di Pesantren Tertua

  Dibaca : 730 kali
Mahasiswa dari 23 Negara “Ngaji”  di Pesantren Tertua

AnsorNews.com, KEBUMEN – Global Intercultural Youth Exchange (GIYE) 2017 memasuki hari kedua. Kegiatan yang diikuti oleh 82 mahasiswa dan pemuda dari 23 negara asing ditambah 25 mahasiswa dan pemuda dari Indonesia mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kahfi Somolangu, Kebumen, Jawa Tengah. Ponpes Al-Kahfi Somolangu merupakan salah satu ponpes tertua di Asia Tenggara. Ponpes ini didirikan oleh Syaikh as-Sayid Abdul Kahfi al-Hasani pada 25 Sya’ban 879 H atau bertepatan dengan 4 Januari 1475 M.

Rombongan peserta GIYE tiba di Ponpes Al-Kahfi Somolangu pada Jumat (19/5) dini hari. Setelah cukup istirahat, sarapan dan diterima oleh pengasuh ponpes, mereka diperkenalkan dengan seputar pesantren. Mulai dari sejarah dan perkembangan, situs dan prasasti, serta berinteraksi langsung dengan para santri dan masyarakat sekitar ponpes.

“Saya sangat senang mengikuti acara ini. Karena saya bisa bertemu dan mengenal dunia pesantren. Perempuannya memakai hijab. Orangnya ramah-ramah”, ujar Ana Cristina Valdes Cordovez, salah satu pelajar delegasi dari Ecuador.

Ana tampak antusias dan senang mengenakan hijab, souvenir dari ponpes. Ia gunakan untuk berfoto ria di lingkungan pesantren. “Saya punya thesis bahwa hijab tidak identik dengan teroris,” ujar Ana, yang berkeyakinan agama katolik.

Sementara Xander Laurence Victor Somers, salah satu pemuda delegasi dari Netherlands, mengatakan bahwa acara ini sangat memotivasinya untuk mengenal lebih mendalam tentang Islam dan budaya Indonesia, serta menambah networking antar-pemuda dari berbagai negara. “Kegiatan ini memberikan banyak hal baru, dan acaranya seru,” ujar Xander.

Ngaji berikutnya akan dilakukan pada sore hari yang dikemas dalam bentuk seminar dan talkshow dengan tema Islam dan Budaya Nusantara. Narasumber yang akan mengisi acara ini diantaranya tokoh, ulama, akademsi, dan budayawan, yakni  Habib Faishol, Suratno, Romo Donny Satryowibowo, dan Kiai Nurul Huda.

Pada malam harinya, peserta akan disuguhi Gala Dinner ala Santri. “Para peserta diajak makan bareng dengan para santri, dimana makan dalam satu penampan, duduk lesehan beralaskan tiker, makan langsung pakai tangan tanpa sendok. Inilah wujud kesederhaan dan kebersamaan yang membudaya di pesantren,” kata Hasyim Habibi, ketua pelaksana GIYE 2017 GP Ansor. Tak kalah menarik, acara Intercultural Night Show, yakni ajang bagi para peserta untuk menampilkan seni dan budaya negara masing-masing.

Fatkhul Maskur, Wasekjend GP Ansor, mengatakan bahwa pesantren adalah pusat pendidikan dan pusat dakwah, yang menjadi bagian terpenting dari Nahdlatul Ulama yang mengusung dan mempromosikan Islam Nusantara, Islam  yang menyatu dengan budaya Nusantara, Islam Rahmatan Lil’alamin. “Kegiatan ini tidak sekedar mengenalkan budaya pesantren dan nilai-nilai Islam Nusantara, tetapi juga mengajak peserta terlibat dan merasakan langsung bagaimana nilai-nilai Isalm Nusantara itu tumbuh berkembang di dunia pesantren. Mereka diharapkan lebih mengenal wajah Islam yang toleran dan membawa kedamaian”, ujarnya.

SEJARAH SINGKAT PESANTREN AL-KAHFI SOMALANGU

Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu merupakan pondok pesantren yang telah terhitung cukup tua keberadaannya. Bahkan di Asia Tenggara. Pondok pesantren ini telah ada semenjak tahun 1475 M. Adapun tahun dan waktu berdirinya dapat kita ketahui di antaranya melalui Prasasti Batu Zamrud Siberia (Emerald Fuchsite) berbobot 9kg yang ada di dalam masjid pondok pesantren tersebut.

Sebagaimana diketahui menurut keterangan yang dihimpun oleh para ahli sejarah bahwa ciri khas pondok pesantren yang didirikan pada awal purmulaan Islam masuk di Nusantara adalah bahwa di dalam pondok pesantren itu dipastikan adanya sebuah masjid. Dan pendirian masjid ini sesuai dengan kebiasaan waktu itu merupakan bagian dari pendirian sebuah pesantren yang terkait dengannya.

Prasasti batu yang mempunyai kandungan elemen kimia Al, Cr, H, K, O, dan Si ini bergambar hewan bulus berkaki tiga serta bertuliskan huruf Jawa & Arabic. Huruf Jawa menandai candra  sengkalanya  tahun  dengan  bunyi  “Bumi  Pitu  Ina”. Sedangkan tulisan huruf Arabic adalah penjabaran dari arti candra sengkala tahun dalam kalender Hijriyah. Terlihat jelas angka dan tanggal yang tertera dalam huruf Arabic pada prasasti batu itu berbunyi : “25 Sya’ban 879 H”

Itu artinya, Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu resmi berdiri semenjak tanggal 25 Sya’ban 879 H atau bersamaan dengan Rabu, 4 Januari 1475 M. Pendirinya adalah Syaikh as-Sayid Abdul Kahfi al-Hasani. Beliau semula merupakan seorang tokoh ulama yang berasal dari Hadhramaut, Yaman. Lahir pada tanggal 15 Sya’ban 827 H di kampung Jamhar, Syihr. Datang ke Jawa tahun 852 H/1448 M ketika  masa  pemerintahan  Prabu Kertawijaya  Majapahit  atau yang dikenal dengan julukannya Prabu Brawijaya I (1447 – 1451). Jadi Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu baru didirikan setelah 27 tahun pendaratan Syaikh as-Sayid Abdul Kahfi al-Hasani di pulau Jawa.

Dengan konsep Al-kahfi Islamic Boarding Schhol saat ini Pesantren Al-kahfi Somalangu berkembang pesat dengan konsep semi modern. Telah berdiri lembaga pendidikan formal SMK Ma’arif Somalangu, SMA Islam Al-kahfi Somalangu, dan SMP Islam Al-kahfi Somalangu. Namun pesantren yang saat ini diasuh oleh KH. Afifudin Khanif Al-hasani ini tidak meninggalkan identitas yang selama ini melakat pada dirinya sebagai pesantren Tatsawuf

GERAKAN PEMUDA ANSOR

Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan majelis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor. GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, di mana memiliki akar hingga tingkat desa.

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional