Menu

Pelajar Dari 23 Negara Ikuti Program Soft Diplomacy GP Ansor

  Dibaca : 154 kali
Pelajar Dari 23 Negara Ikuti Program Soft Diplomacy GP Ansor

AnsorNews.com, JAKARTA – Di saat berbagai belahan dunia dilanda keresahan karena berbagai konflik tak berkesudahan, dengan mengatasnamakan agama, mereka mulai mempertanyakan ajaran Islam. Benarkah Islam mengajarkan kekerasan, peperangan, pembunuhan, dan pengeboman atas nama agama ? Di manakah Islam yang damai, humanis, dan toleran itu?

Kini dunia berpaling dan berharap pada Indonesia untuk memberi jawabannya. Indonesia adalah bukan hanya sebuah negara dengan penduduk muslim terbesar, tetapi juga sebuah negara dengan model Islam khas Nusantara yang mampu menjaga keharmonisan sosial dan menjunjung toleransi di tengah kemajemukan masyarakatnya—baik suku bangsa, bahasa, maupun agamanya.

Merespons perkembangan dunia, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar yang telah mempraktekkan konsep Islam Nusantara telah proaktif mewacanakan dan mempromosikan Islam Nusantara sebagai model Islam rakhmatal lil alamien.

Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama pun mendukung langkah tersebut. Salah satunya dengan menggelar rangkaian Global Intercultural Youth Exchange (GIYE) 2017 pada Kamis – Ahad, 18-20 Mei 2017.

GIYE 2017 adalah kegiatan soft diplomacy, untuk meningkatkan persahabatan antarpemuda dan pelajar dunia, tanpa membedakan ras dan agama, melalui pengenalan khazanah kebudayaan Indonesia. Dalam acara ini, para peserta dari berbagai negara juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan seni dan kebudayaan mereka. Dengan demikian tercipta komunikasi antarbudaya.

GIYE 2017 akan diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa dari 23 negara dari berbagai benua. Selain dari negara-negara di Asia Tenggara, mereka datang dari Korsel, Iran, Afganistan, India, Gambia, Afrika Selatan, Yaman, Sudan, Tanzania, Rwanda, Ekuador, Sierra Leone, Belanda, Prancis, Italia, dan Rusia.

Dimulai dari Jakarta, mereka akan diajak ke pusat-pusat kebudayaan Nusantara, seperti Pesantren Al Kahfi Somolangu yang merupakan salah satu pesantren tertua di Asia Tenggara, Kraton Yogyakarta, dan Candi Borobudur di Magelang.

“Dengan program ini kami berharap para peserta dapat mengenal seni dan kebudayaan Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai yang dibawa agama Islam,” ujar Ketua Umum GP Ansor Yaqut C. Qoumas.

Opening ceremony GIYE 2017 akan dilakukan di Aula Iqbal Assegaf Gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Kamis (18/5/2017), pukul 12.30 – 13.30 WIB. Dijadwalkan hadir sejumlah pejabat pemerintah Indonesia, dan pihak kedutaan negara-negara sahabat.

Setelah itu, peserta akan bertolak ke Jawa Tengah tepatnya di Pesantren Al-kahfi Somalangu. Di Pesantren peserta akan dikenalkan tentang pesantren sebagai bagian terpenting komunitas Nahdlatul Ulama sebagai pengusung Islam yang ramah, toleran dan khas Indonesia yang dikenal dengan Islam Nusantara.

Di malam harinya, mereka akan mencoba merasakan makan malam ala pesantren dengan para santri. Setelah itu akan diadakan Intercultural Night Show di mana para peserta akan menampilkan seni kebudayaan mereka.

Di hari berikutnya mereka akan diajak untuk mengunjungi situs-situs sejarah penting Indonesia, seperti Candi Borobudur, Banteng Verdeburg Yogyakarta, kemudian menikmati suasana sepanjang jalan Malioboro. Di malam harinya para delegasi dijadwalkan makan malam bersama Raja Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Yogyakarta.

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional