Menu

Gelar Halaqah Internasional, GP Ansor Tawarkan Hasilnya ke Sejumlah Negara Bergolak ini

  Dibaca : 277 kali
Gelar Halaqah Internasional, GP Ansor Tawarkan Hasilnya ke Sejumlah Negara Bergolak ini

 

AnsorNews.com, JOMBANG – Halaqah Internasional yang dihelat PP GP Ansor di GOR Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur dibuka oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Minggu (21/5/2017).

 

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, ini membuka secara tidak langsung halaqah bertema ‘Menuju Rekontekstualisasi Islam demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban’ ini.

 

Melainkan melalui tayangan video yang sudah direkam panitia halaqah sebelum acara dibuka. Gus Mus sendiri berhalangan hadir.

Gus Mus membuka acara dengan pembacaan basmalah. Sebelum membuka kegiatan, dalam tayangan video yang ditampilkan di layar lebar itu, Gus Mus menyampaikan terimakasih kepada pembicara yang sudah hadir.

“Saya menyesal sekali tidak bisa hadir secara langsung dalam kegiatan ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada semuanya, terutama tamu pembicara yang datang dari berbagai negara,” ujar Gus Mus.

 

Menurut Gus Mus, kegiatan ini sangat berharga untuk menggelorakan Islam yang damai. Itu karena di berbagai negara saat ini membutuhkan hasil pemikiran yang sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.

“Semoga diskusi ini bisa menjadi solusi melalui hasil berbagai pemikiran untuk kebaikan Islam dalam kondisi seperti sekarang ini. Semoga bernilai ibadah untuk kita semua,” kata Gus Mus.

 

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menuturkan, digelarnya kegiatan ini tidak lain karena kondisi di berbagai negara masih terjadi persinggungan antara umat muslim dan non-muslim.

“Kita akan membahas persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi muslim dan non-muslim. Juga pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

 

Menurut Yaqut, untuk mendapatkan panduan keagamaan atas berbagai persoalan tadi, sumber rujukan paling otoritatif yang secara luas masih diterima umat Islam sebagai standar ortodoksi adalah khasanah pemikiran klasik, terutama fiqih.

Itu pula sebabnya, sambung Yaqut, melalui halaqah yang akan berlangsung hingga Senin (21/5/2017) ini, GP Ansor ingin menawarkan gagasan kepada negara-negara lain.

 

Karena beberapa negara seperti Syiria, Iraq, dan Iran masih terjadi pergolakan.

“Kami ingin Islam rahmatan lil alamin tidak hanya sekadar ada di wacana, tapi juga bisa menjadi solusi yang sebenarnya untuk perdamaian dunia,” jelasnya.

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional