Menu

Dukung Pembangunan Kawasan Industri di Luar Jawa, China Investasi 21,6 Triliun

  Dibaca : 72 kali
Dukung Pembangunan Kawasan Industri di Luar Jawa, China Investasi 21,6 Triliun
Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT, Menteri Perindustrian

JAKARTA, AnsorNews.com- Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian telah aktif mendorong investor Tiongkok agar menambah mitranya dengan pengusaha lokal serta penanaman modalnya di Indonesia terutama guna mendukung pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa. Sedikitnya, China akan berinvestasi di Indonesia senilai US$ 1,63 miliar atau setara Rp 21,6 triliun (kurs Rp 13.300).

“Kami mengapresiasi adanya kerja sama B to B (Business to Business) kedua negara, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendalaman struktur serta peningkatan daya saing industri nasional. Bahkan juga mampu memacu pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat ditemui di Jakarta, Sabtu (17/6).

Komitmen tersebut terealisasi melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara Tsingshan Group dan Delong Group dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pabrik carbon steel di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas mencapai 3,5 juta ton per tahun dan total nilai investasi sebesar US$ 980 juta.

Selain itu, ditandatangani MoU antara Tsingshan Group dengan Bintang Delapan Group dan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pembangkit tenaga listrik di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 700MW dan total nilai investasi sebesar US$ 650 juta.

Menurut Airlangga, kerja sama tersebut merupakan salah satu tindak lanjut pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping terkait peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok pada Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing, Tiongkok, Mei 2017. “Terkait Belt and Road Initiative, Kemperin juga telah mendorong peningkatan kerja sama investasi Tiongkok di kawasan industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara, serta kawasan industri prioritas lainnya seperti di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara,” paparnya.

Penandatanganan kedua MoU dilakukan di sela pelaksanaan China-Indonesia Cooperation Forum: Belt and Road Initiative and Global Maritime Fulcrum di Beijing, Tiongkok, 16 Juni 2017. Turut menyaksikan kesepakatan kerja sama tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Koordinasi VigRx Plus Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, dan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Sugeng Rahardjo. Selanjutnya, hadir pula mewakili Menteri Perindustrian, yakni Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Harjanto serta Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono.

Dalam rangkaian kegiatan China-Indonesia Cooperation Forum, Imam Haryono memberikan pemaparan mengenai potensi kerja sama investasi serta beberapa fasilitas infrastruktur yang akan dibangun di kawasan industri di Kalimantan Utara, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara. Di samping itu, Harjanto menyampaikan kebijakan industri nasional yang mengarah kepada kerja sama pengembangan kawasan dan investasi di luar Pulau Jawa serta pemberian insentif yang menarik bagi calon investor.

Kemperin mencatat, investasi Tiongkok di Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai penanaman modal asing (PMA) pada sektor manufaktur dengan nilai US$ 2 miliar, yang tersebar pada 594 proyek. Nilai ini meningkat 839 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Selama 2014-2016, konsentrasi investasi manufaktur Tiongkok di Indonesia, yaitu pada sektor logam, mesin dan elektronik, mineral nonlogam, kimia dan farmasi, serta makanan.

Editor:
KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional