Menu

GP Ansor DIY Tegas Tolak Gerakan Radikalisme

  Dibaca : 122 kali
GP Ansor DIY Tegas Tolak Gerakan Radikalisme

AnsorNews.com, YOGYAKARTA – Maraknya aksi radikalisme dan terorisme mengatasnamakan agama yang berkembang belakangan ini terus mendapat tentangan dari Gerakan Pemuda Ansor. Tak terkecuali oleh GP Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta. Minggu (30/7) kemarin, Pengurus Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan gerakan anti radikalisme.
Deklarasi ini bersamaan rangkaian kegiatan pelantikan pengurus PW Ansor DIY masa khidmat 2017-2021.

Dengan menghadirkan 1.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Ketua PW Ansor DIY Muhammad Syaifudin, SE membacakan deklarasi gerakan anti radikalisme di halaman Universitas Islam Negeri Yogyakarta.

”Dengan ini kami Ansor dan Banser DIY menyatakan bernegara satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berideologi satu ideologi Pancasila, serta menjunjung tinggi kebhinekaan Indonesia.  Menolak segala bentuk radikalisme serta terorisme yang merongrong NKRI,” tegasnya.

Disampaikan Udin, sapaan akrab Syaifudin, deklarasi tolak radikalisme adalah gerakan mengawal Pancasila dan NKRI. Semua elemen baik ormas, lembaga atau perseorangan yang hendak mengganti pancasila dan memecah belah NKRI, maka akan berhadapan dengan Ansor dan Banser.

“Tidak hanya HTI, bagi ormas-ormas yang tidak taat Pancasila bahkan berusaha mengganti, akan kita luruskan. Hanya, aksi yang kita lakukan tetap akan prosedural dan sesuai dengan aturan hukum yang ada. Kita juga bekerjasama dengan TNI dan Polri,” tegasnya.

Ketua Umum GP Ansor yang juga  Panglima Banser Nasional H. Yaqut Cholil Qoumas dalam amahanya sebelum melantik pengurus PW GP Ansor DIY juga menegaskan tidak akan banyak kompromi dengan gerakan yang akan mengganti Pancasila. Meskipun gerakan yang digunakan dengan dalih agama islam.

“Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Al Asy’ari juga salah satu pendiri NKRI, jika ada kelompok yang menginginkan NKRI bubar sama dengan menginjak-injak harga diri. Saya serukan untuk jadi benteng melakukan perlawanan terdepan,” tegas Ketua Umum GP Ansor yang juga Panglima Banser Nasional H Yaqut Cholil Qoumas dalam orasinya di halaman UIN sebelum melantik PW GP Ansor DIY.

Ketua Umum GP Ansor itu lebih lanjut nenegaskan, mereka yang mendalilkan untuk menegakkan khilafah, maka itu sama artinya dengan menuding tokoh pendiri NU yang juga salah satu pendiri NKRI, KH Hasyim Asy’ari, tidak paham syariah.

“Kelompok-kelompok seperti ini menginjak harga diri dan harus kita lawan memenuhi sumpah sebagai generasi penerus,” tegas Yaqut.

Rangkaian acara pelantikan PW Ansor dimulai sejak Jumat (28/7) lalu. Di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang beralamat di Jalan Lowano Sorosutan, Jogjakarta sebanyak 40 kader Ansor se-DIY mengikuti Pelantihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL). Mereka berasal dari perwakilan seluruh DIY.

Selain Gus Yaqut, hadir dalam pelantikan kemarin Rois Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki, Drs. HA. Hafidh Asram (Anggota DPD RI), Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul), Agus Sulistiyono (Ketua DPW PKB DIY), Dr. H. Agus Moh. Najib, M.Ag (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga), Zunnatul Mafrukhah, Fahmi Akbar Idris, Komunitas Warga Tionghoa dan badan otonom di bawah NU.

 

KOMENTAR
Komentar
iklan1-300x250iklan1-300x250

keaktifan TIM REDAKSI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional